covid19filantropi.id

6 Langkah Bantu Perempuan Selama dan Pasca COVID-19 ala Melinda Gates

Mengabaikan dampak negatif COVID-19 pada perempuan dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga $5 triliun —Melinda Gates

Krisis  kesehatan dan ekonomi akibat pandemi COVID-19 akan terus berlanjut apabila para pemimpin negara mengabaikan kepentingan dan peran perempuan. Karena itu, filantropis Melinda Gates—istri bos Microsoft Bill Gates, mengusulkan sebuah strategi perencanaan agar perempuan tidak ditinggalkan dalam usaha pemulihan dampak COVID-19.

Di majalah Foreign Affair edisi 15 Juli 2020, Melinda menulis sebuah artikel tentang betapa pandemi COVID-19 telah berdampak pada wanita dan anak gadis secara tidak proporsional. Ia juga melempar sejumlah usulan guna menjamin mereka dapat bertahan di tengah krisis. Usulan-usulan tersebut didasarkan pada dampak dari epidemi-epidemi yang pernah terjadi sebelumnya terhadap kehidupan kaum perempuan serta mengambil contoh dari beberapa negara yang dianggap telah menjalankannya dengan baik. 

“Buta gender tidak sama dengan netral gender” adalah ‘seruan’ Melinda Gates belakangan ini. Ia bahkan mengingatkan bahwa dengan mengabaikan dampak pandemi COVID-19 pada perempuan (yang berbeda dibandiing pada pria) hanya akan membuat krisis berkelanjutan dan memperlambat pemulihan ekonomi, bahkan dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga $5 triliun.

Di sisi lain, menurut Melinda, pandemi COVID-19 juga memunculkan banyak pemimpin negara yang hebat dan karismatik, yang berani mendobrak sistem yang sudah kuno dan membangun dunia baru yang lebih adil dan lentur secara gender.

“Dari pandemi ini kita bisa memunculkan dimensi-dimensi lain, antara lain kita jadi menyadari bahwa perempuan bukanlah hanya korban, tapi juga bisa menjadi arsitek untuk menciptakan dunia yang lebih baik,” tulis Melinda. 

Para pengambil keputusan dapat secepatnya membuat langkah-langkah untuk meyakinkan bahwa dunia pasca pandemi COVID-19 menjadi lebih kuat, lebih siap, dan lebih adil ketimbang sebelumnya. Kuncinya: perempuan dan gadis harus ditempatkan sebagai pusat dan agen kepedulian. 

Berikut enam langkah yang bisa diambil untuk melindungi perempuan dari dampak negatif pandemi COVID-19 versi Melinda Gates. 

1. Menjadikan pelayanan kesehatan perempuan sebagai hal esensial

Di negara-negara dengan penduduk berpenghasilan rendah dan menengah, COVID-19 dapat mengakibatkan kematian ibu melahirkan hingga 113.000 kasus. Namun, sesungguhnya hal itu dapat dicegah dengan membangun akses  pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual bagi perempuan. Akses pelayanan yang memadai bagi ibu melahirkan di masa pandemi dapat menyelamatkan ratusan hingga ribuan nyawa ibu dan bayi. 

Menjaga ketersediaan alat kontrasepsi juga sangat krusial untuk mencegah tambahan 49 juta perempuan tanpa kontrasepsi dan 15 juta tambahan kehamilan tak direncanakan. Melinda juga mengusulkan agar fasilitas kesehatan bagi ibu melahirkan dan bayi baru lahir dipisahkan jauh dari fasilitas kesehatan yang merawat pasien COVID-19, atau menyediakan rumah perawatan profesional bagi ibu baru melahirkan dan bayinya. Pandemi ini dapat dijadikan kesempatan emas untuk merestrukturisasi pelayanan kesehatan bagi perempuan. 

2. Melindungi perempuan pekerja kesehatan

Sebanyak 70% pekerja di bidang kesehatan adalah perempuan. Itu sebabnya mereka harus mendapatkan prioritas pertama untuk divaksin—apabila vaksin COVID-19 telah berhasil ditemukan. 

Perempuan pekerja kesehatan juga membutuhkan APD yang memadai dan pas di tubuh masing-masing (kebanyakan APD didesain untuk tubuh laki-laki). APD yang memadai dan nyaman dikenakan akan membuat perempuan yang bertugas di garis depan pengendalian COVID-19 lebih efektif dan leluasa menjalankan tugasnya. 

3. Bantuan khusus sesuai kebutuhan perempuan

Pembuat kebijakan harus mempertimbangkan dampak pandemi yang tidak proporsional bagi perempuan, serta memperhitungkan peran unik yang bisa mereka lakukan dalam usaha pemulihan sosial dan ekonomi pasca pandemi. Program-program perlindungan sosial harus menjamin perempuan dapat memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi keluarga mereka.

Pembuat kebjikan juga harus memberi dukungan bagi perempuan di sektor pertanian (yang mencapai 43% dari seluruh tenaga buruh pertanian) dengan gaji yang setara (dengan buruh pria), guna melindungi mereka dari dampak pandemi, serta membentuk jaring pengaman untuk berjaga-jaga terhadap krisis-krisis di masa datang.

4. Memperkecil jurang gagap teknologi

Perempuan di negara-negara miskin dan berkembang lebih sedikit yang memiliki ponsel (dibandingkan pria). Hal tersebut ikut membatasi akses mereka terhadap informasi dan membuat mereka lebih gagap teknologi dibanding laki-laki—termasuk teknologi online banking dan online marketplace. Di zaman sekarang, setiap negara harus meningkatkan akses digital bagi perempuan. Kenya dan Bangladesh, misalnya, telah menjual  paket ponsel plus internet dengan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan perempuan dan harganya terjangkau oleh kalangan bawah.. 

5. Insentif bagi pekerja tak dibayar

Semakin banyak tanggung jawab dan beban pekerjaan rumah tangga yang harus dipikul perempuan, semakin lama tercapainya pemulihan ekonomi.

“Beban pekerjaan rumah tangga harus diperhitungkan, dikurangi, dan dibagi dengan anggota keluarga lain, tak terkecuali suami dan anak laki-laki,” tulis Melinda. 

Kebijakan bagi laki-laki dan perempuan, seperti memberi cuti berbayar bagi keluarga serta menyediakan peralatan memadai untuk memperingan beban pekerjaan rumah tangga, dapat meningkatkan harkat ibu rumah tangga dan pekerja tak berbayar lainnya. Jadwal kerja yang fleksibel dan penyediaan tempat penitipan anak di tempat kerja juga sangat membantu meringankan beban perempuan pekerja. 

6. Mendengarkan aspirasi perempuan

Jumlah perwakilan perempuan dalam kepemimpinan dan pemerintahan (di seluruh dunia) masih sangat kurang. Meskipun demikian perempuan tetap harus diikutsertakan dalam rencana-rencana pemulihan sosial dan ekonomi pasca pademi COVID-19. Perempuan dari berbagai latar belakang dan pengalaman ikut menjadi kunci solusi. Peran organisasi-organisasi perempuan yang bergerak di kalangan akar rumput sangat penting untuk menjamin bahwa perempuan dari kalangan tersebut tidak terlupakan dan terabaikan.

Sumber:

https://www.globalcitizen.org/en/content/melinda-gates-covid-19-relief-efforts-women/

https://www.theguardian.com/global-development/2020/jul/15/ignoring-effects-of-covid-19-on-women-could-cost-5tn-warns-melinda-gates

https://www-cnet-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.cnet.com/google-amp/news/melinda-gates-warns-of-the-effects-of-coronavirus-on-women-globally/?amp_js_v=a3&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15965499731709&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=From%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fwww.cnet.com%2Fnews%2Fmelinda-gates-warns-of-the-effects-of-coronavirus-on-women-globally%2F

Photograph: Mauro Pimentel/AFP/Getty Images