covid19filantropi.id

COVID-19 dan Mewariskan Tradisi Filantropi dalam Keluarga *)

Tak perlu menunggu kaya raya untuk menjadi seorang filantropis, khususnya di masa pandemi COVID-19. Tradisi luhur tersebut dapat dimulai dan dipupuk sejak dini dalam keluarga.

Di kalangan orang ultra-kaya di Amerika Serikat (AS), berderma telah menjadi fenomena nasional. Pada 2017 saja, hasil kegiatan berderma (charitable giving) mencapai lebih dari $400 miliar, dan sebagian besar berasal dari donatur individual. Dan di masa COVID-19, charitable giving menjadi salah satu penopang utama bantuan bagi masyarakat yang terdampak pandemi ini.

Kegiatan filantropi dan derma bukan hanya sangat membantu organisasi-organisasi kemanusiaan yang menerima donasi, tetapi juga berdampak positif bagi si pemberi. Riset membuktikan, berderma membuat orang merasa lebih baik, meningkatkan kepuasan hidup, bahkan mengaktiflan pusat-pusat penghargaan (reward centers) pada otak kita. 

Kebiasaan berderma juga memberi Anda peluang untuk membantu organisasi-organisasi kemanusiaan yang tujuannya cocok dengan kepedulian Anda, misalnya mengembangkan komunitas-komunitas tertentu, membantu riset-riset yang berguna bagi kemanusiaan, menghentikan diskriminasi rasial, dan banyak lagi. Berkontribusi untuk sesuatu yang lebih besar daripada diri Anda sendiri dapat membantu memperbaiki relasi Anda dengan komunitas sekitar Anda, bahkan dapat mengurangi stres. Dan di atas semua itu, kegiatan amal juga membuat Anda memperoleh keuntungan materi berupa pengurangan pajak.

Menciptakan Tradisi Memberi dalam Keluarga

Dengan semua manfaat tersebut, Anda bisa mulai menciptakan gaya hidup beramal dan berbagi (charitable lifestyle) dalam keluarga Anda, yang bila terus dipupuk, nantinya akan diwariskan dari generasi ke generasi secara berkelanjutan. Tak perlu menunggu jadi kaya raya, Anda bisa memulainya sekarang juga.

Filantropi adalah cara yang indah untuk menyatukan keluarga, dengan memanfaatkan aset keluarga untuk membantu menciptakan dunia yang lebih baik. Membentuk Donor-Advised Fund (DAF) atau dana khusus untuk donasi keluarga merupakan solusi sederhana untuk kegiatan charitable giving.

Untuk memulainya, keluarga harus membuat review menyangkut semua donasi yang pernah dikeluarkan sebelumnya. Selanjutnya mendiskusikan nilai-nilai yang paling penting dan menentukan prioritas-prioritas, tergantung kepedulian dan minat masing-masing keluarga. Misalnya di bidang seni, sains, isu-isu wanita, lingkungan hidup, pengentasan kemisikinan, dan sebagainya. Di masa sebelumnya, donasi umumnya dibagikan ke banyak organisasi kemanusiaan dalam jumlah kecil-kecil. Namun tren belakangan ini donatur lebih banyak memberi dalam jumlah besar ke satu atau sejumlah kecil organisasi saja, agar dapat memberi dampak yang lebih besar. 

Memanfaatkan Bantuan profesional

Setelah menentukan fokus kegiatan filantropi keluarga Anda, langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan jangka panjang dan pengelolaanya. Seiring waktu dan pergantian kepala keluarga, nilai-nilai budaya dan masyarakat juga bisa ikut berubah. Untuk itu, fleksibilitas dalam membuat keputusan sangat diperlukan. Dengarkan dan hargai setiap pendapat anggota keluarga, terutama yang muda-muda agar mereka ikut peduli, serta tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

Meminta bantuan penasihat profesional yang ahli di bidang ini, misalnya seorang praktisi wealth management, sangat disarankan untuk melancarkan kegiatan filantropi keluarga Anda, terutama menyangkut pemanfaatan pajak dan aturan-aturan lain. Memiliki penasihat berpengalaman dari luar lingkungan keluarga juga akan memimalkan timbulnya masalah atau konflik di kemudian hari di tengah keluarga yang multi-generasi dalam hal charitable giving.

Mewariskan Nilai-Nilai Filantropi

Menciptakan budaya membantu sesama dalam keluarga berarti juga memperkenalkan nilai-nilai giving back, yaitu memberikan atau mengembalikan manfaat bagi komunitas sekitar dari kekayaan yang telah Anda peroleh. Filantropi tidak hanya menciptakan ikatan batin antara donatur dan penerima donasi, tetapi juga ikatan batin dengan komunitas yang lebih luas, bahkan dunia. 

Dengan mengajak anak-anak Anda sedini mungkin terjun ke dunia filantropi dan mengajarkan nilai-nilai memberi, berbagi, serta membantu sesama, berarti Anda tengah menciptakan warisan kemanusiaan yang luhur bagi generasi-generasi selanjutnya dalam keluarga Anda, dan secara tidak langsung ikut menciptakan dunia yang lebih baik. Di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, kontribusi Anda dan keluarga akan sangat berarti.

*) Dirangkum dari tulisan Kathy Longo, praktisi Wealth Management di Chicago dan Minneapolis, berjudul “Philantropy and Giving in Your Family Legacy”.

Sumber:

https://www.flourishwealthmanagement.com/blog/philanthropy-and-giving-in-your-family-legacy