covid19filantropi.id

East Ventures Bantu 100 Ribu Alat Tes COVID-19

Inisiatif bantuan filantropi demi penanggulangan virus corona di awal pandemi tumbuh cepat dan pesat. Pelaku filantropi perusahaan di Indonesia termasuk East Ventures juga menjadi salah satu pioneer penggalang dana untuk petugas kesehatan. Adalah inisiatif bernama Indonesia PASTI BISA yang diluncurkan East Ventures bersama mitra mereka pada 30 Maret 2020 dan dalam satu bulan berhasil menggalang dana sebesar 10 milyar rupiah.

Indonesia PASTI BISA berawal dari respon East Ventures terhadap kebutuhan alat tes covid RT-PCR sebanyak 100 ribu untuk dibagikan berbagai ke rumah sakit. Saat itu prinsip mereka dalam mengerjakan inisiatif ini adalah berorientasi pada hasil (result-oriented), akuntabilitas dan transparansi. Sehingga dalam memilih mitra-mitranya pun mereka mengacu pada prinsip-prinsip tersebut.

East Ventures kemudian menggandeng KoinWorks untuk memastikan akuntabilitas dengan menggunakan P2P lending platform mereka. Lalu untuk transparansi, IDN Media dipilih menjadi mitra dalam memberitakan dan melaporkan setiap bantuan yang didapat dan didistribusikan. Indonesia PASTI BISA akhirnya diluncurkan sebagai platform gotong royong untuk mendukung upaya Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC19) melakukan riset dan pengembangan teknologi test kit COVID-19 yang didesain spesifik untuk populasi Indonesia.

Target utama inisiatif ini awalnya adalah produksi dan distribusi 100.000 test kit qPCR secara gratis dengan kebutuhan dana sebesar Rp 10 milyar. Dengan adanya riset genetika virus yang tepat maka pengembangan test kit khusus masyarakat Indonesia dapat mendukung upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah. Penggalangan dana Indonesia PASTI BISA dilakukan melalui aplikasi KoinWorks dan juga situs https://koindonasi.com untuk memudahkan proses donasi dari masyarakat.

Setelah kurang lebih satu bulan, tepatnya 28 April 2020, Indonesia PASTI BISA mengumumkan melalui akun Instagram mereka bahwa telah terkumpul dana sebesar Rp 10.067.521.138 dari sekitar 2.000 donatur baik dari kalangan individu maupun perusahaan.

Pengembangan prototipe tes kit sendiri dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan Biofarma dan Nusantics untuk mendesain dan memproduksinya. Prototipe ini diberi nama Bio-CoV19 dan langsung dibagikan ke beberapa lab kesehatan untuk diuji di bulan April tahun lalu.

Selain tes kit, Indonesia PASTI BISA juga menggunakan teknologi e-commerce untuk memenuhi kebutuhan APD di seluruh Indonesia. Mereka bekerja sama dengan Sirclo dan PTS dalam membangun platform yang memudahkan proses pemenuhan kebutuhan APD bagi penyedia (produsen atau supplier), donatur (individu dan korporasi), dan pihak yang membutuhkan APD (fasilitas dan tenaga kesehatan). Saat ini mereka melaporkan sudah berhasil mengumpulkan dan mendistribusikan 4.257 APD, 2.165 pelindung mata dan 97 pelindung wajah. Total dana yang dikumpulkan untuk APD adalah Rp 750 juta bagi 65 fasilitas kesehatan.

Melalui situs indonesiapastibisa.com inisiatif ini terus melaporkan distribusi tes kit serta menghubungkan mereka yang membutuhkan APD bagi nakes dengan pihak penyedia APD. Indonesia PASTI BISA menjadi contoh aksi nyata filantropi melalui kerja sama multipihak dan menggunakan teknologi demi penanggulangan COVID-19.

Sumber:

https://www.idntimes.com/news/indonesia/amelia-rosary/material-qrt-pcr-diserahterimakan-bio-farma-gerak-cepat

Situs Indonesia PASTI BISA

https://www.instagram.com/idpastibisa/