covid19filantropi.id

Filantropi Grassroot, Peduli COVID-19 dengan Menggantung Makanan

Peduli wabah COVID-19 ada berbagai cara. Ada yang konser musik, ada juga yang menggantung makanan di pagar rumah. Siapa mereka?

Saat pandemi coronavirus atau COVID-19 melanda di mana-mana, masyarakat Indonesia tak tinggal diam. Ada yang menggelar konser dan menggalang dana sampai miliaran rupiah, ada juga yang melakukannya dengan sederhana. Yaitu menggantung makanan di pagar rumahnya.

Meski sederhana saja, tapi kepedulian mereka patut diteladani. Apalagi alasannya, tak bisa membiarkan tetangga kelaparan. Maklum saja, wabah COVID-19 ini memang berimbas juga pada urusan ekonomi.  Ada yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK), ada juga yang tak bisa berusaha karena harus stay at home alias di rumah saja dan melakukan social distancing. Maka, sumber nafkah pun perlahan tak bisa diraih lagi.

Lia Marlina (34), contohnya. Suang suami yang bekerja di luar kota adalah salah satu korban PHK saat pandemi COVID-19 ini. Akibatnya, kiriman uang dari sang suami pun tak ada lagi.

Karena itu sembako yang digantung di pagar oleh warga menjadi tumpuan harapan Lia. “Saya tau dari tetangga, ini baru pertama ambil. Sangat membantu sekali”, tuturnya. Lia pun kini bekerja sebagai buruh cucian untuk bayar kontrakannya.

Aktivitas warga yang menggantung sembakonya kini memang hangat diperbincangkan di mana-mana. Salah satu yang sempat viral adalah aksi seorang perempuan berusia 84.  Aktivitasnya  tersebut diposting akun @kamto_adi. Unggahannya itu menggambarkan percakapan di aplikasi WhatsApp yang menunjukkan aksi seorang ibu berusia 84 tahun yang menggantungkan bingkisan mi instan di pagar rumahnya.

Bingkisannya dimaksudkan untuk diambil para sopir ojek online, pengguna jalan, dan masyarakat yang membutuhkan.  Disebutkan pula bahwa dalam waktu dua jam ada sekitar 16 orang yang mengambil gantungan mi instan tersebut.

“Dalam 2 jam ada 16 orang yang ambil.. Kebanyakan ojol, orang jualan,” tulisnya seperti dikutip brilio.net pada Selasa, 7 April 2020. Setelah itu aksi ibu tersebut viral,  banyak tetangga sekitar yang terinspirasi dan ikut serta melakukan hal yang sama.

Aksi gantung pagar juga dilakukan Ardiati (53), seorang ibu rumah tangga yang mengisi bingkisannya dengan beras, telur, dan minyak goreng. Setelah itu plastik bingkisannya digantungkan di kayu di pinggir jalan. Di salah satu bagian kayu itu ada kertas yang ditempel bertuliskan : ‘Gratis, sumonggo bagi yang membutuhkan‘ (Gratis, silakan bagi yang membutuhkan)

Masih ada satu kertas lagi dengan tulisan : ‘Dengan senang hati, dipersilakan juga bagi yang mau ikut menambah/ memberi di sini’ 

Aksi Ardiati ini merealisasikan gerakan di media sosial yang juga sedang marak saat itu, yakni gerakan Gantung Makanan.

Saya belanja awal itu Rp 200 ribu, waktu itu, mie, gula jawa, ada telur, ada minyak goreng. Hari pertama itu empat plastik (yang digantungkan di depan rumah)“, kata dia. Tidak sampai hitungan berjam-jam, makanan yang digantung sudah diambil oleh orang.

Lama kelamaan, tetangga-tetangganya juga tergerak ikut membantu dengan cara yang sama.

Dengar ada yang sudah dirumahkan dari pekerjaan dan kita tidak tahu apakah mereka masih memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kalau ada tetangga yang sampai kelaparan kan, Saya kan ikut dosa“, ungkap dia.

Aksi yang sama, juga dilakukan Warga Kampung Medokan Ayu Utara, di Surabaya, Jawa Timur, Deasy Prasetyo.

Awalnya saya memberikan paket sembako untuk para tetangga, terus kepikiran kenapa enggak dipajang di depan rumah biar warga yang membutuhkan tahu dan dapat ambil sendiri,” ujar Deasy pada Surya.co.id.

Aksinya disambut hangat para tetangganya yang kemudian ikut membantu. Jumlah paket yang digantungkan, ujar dia, tergantung para donatur.

Tergantung dari donatur, biasanya mereka memberikannya dalam satu paket makanan seperti sayur sop, tumis kangkung yang dilengkapi dengan bumbu sekaligus”, jelasnya.

Di Jawa Barat, aksi gantung makanan pun dilakukan Dedi Riyanto, seorang pria yang tinggal di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Bandung.

Di pagar rumahnya, Dedi menggantung beberapa bahan kebutuhan pokok bagi siapa pun yang membutuhkan. Sembako berisi dari 1 kilogram beras, 3 butir telur, dan 1 bungkus kecap manis itu kemudian digantung di pagar dan diberi tulisan dalam secarik kertas yang berbunyi ‘Bagi yang Membutuhkan Silahkan Ambil dengan Bijak‘.

Dedi mengatakan, hal itu itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak pandemi corona. “Peduli terhadap sesama di tengah pandemi corona. Bisa dibilang begitu,” kata Dedi saat dihubungi, Senin, 27 April 2020.

Dedi menambahkan, aksi tersebut baru pertama kali dilakukan. Dalam aksi perdananya, Dedi menyiapkan 100 paket untuk dibagikan.

Masih di Jawa Barat, aksi sosial menggantungkan makanan saat Pandemi COVID-19 juga dilakukan warga Kompleks Rancabali, Kelurahan Pasirkaliki, Cimahi, bernama Dwi Fitria Ambarina.

Pada pagar berwarna biru, perempuan berusia 32 itu menggantungkan paket-paket sederhana bertuliskan ‘Silahkan Ambil Bagi yang Mau’. Isinya pun beragam, dari mulai beras, sayuran, mie instan hingga telur.

Isi bungkusannya beda-beda tiap hari. Tapi yang selalu saya selipkan ada masker“, ujar Dwi saat ditemui, Sabtu, 2 Mei 2020. Dalam sehari Dwi menggantungkan paket sembako sederhanannya antara 6 hingga 20 bungkus.

Kebutuhan belanja sembako itu awalnya dikucurkan dari kantung pribadinya. Namun jika ada yang menitipkan bantuan, ia siap menerimanya untuk disalurkan bagi warga yang membutuhkan.

Rencananya, kata dia, aksi sosialnya itu akan dilakukan hingga pandemi COVID-19 ini berakhir. “Sampai saat ini udah ada 70 lebih yang sudah dipajang, habis. Insya Alloh rencana selama bulan Ramadan, tapi setelah Ramadan masih pandemi masih akan diadakan“, pungkasnya.

Pembagian sembako ala masyarakat ini juga ada yang dilakukan secara berkelompok . Tak menggantung sembakonya, tapi ada yang dibagikan langsung ke rumah-rumah. Atau ada yang membuka rak khusus di warungnya.  Modalnya? Ada yang dari dompet sendiri ada juga yang bersama dengan donator lainnya.

Salah seorang yang menyediakan sembako, Jam Jam, mengatakan,  bahwa penerima bantuan atau yang mengambil sembako gratis adalah mereka yang memang berhak.  Pemilik WarungMU itu, hanya mengandalkan KTP untuk memastikannya. semuanya didasari atas sikap kejujuran warga.

Kami bermodalkan kejujuran dan ingin melatih kejujuran warga, sehingga persyaratan mendapatkan sembako saat wabah COVID-19 ini pun sangat mudah“, ujarnya.

Sumber:

https://kumparan.com/kumparannews/bantu-warga-terdampak-corona-pria-di-bandung-gantung-sembako-di-pagar-rumah-1tIxsgxqx11/full

https://www.brilio.net/wow/kisah-nenek-84-tahun-tiap-hari-gantung-makanan-di-pagar-rumah-200407p.html

https://akurat.co/hiburan/id-1071684-read-gantung-mi-instan-di-pintu-gerbang-deretan-momen-indah-saling-berbagi-warga-ri-di-tengah-pandemi-corona

https://www.tribunnewswiki.com/2020/05/05/gerakan-gantung-makanan-bermunculan-di-tengah-kesulitan-ekonomi-akibat-pandemi-corona?page=all

https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01375703/warungmu-sediakan-sembako-gratis-bagi-warga-terdampak-covid-19

https://news.detik.com/berita/d-5014955/saling-bantu-saat-pandemi-warga-kebon-baru-sediakan-sembako-di-rak-berbagi

Foto oleh Ashok Adepal dari Pexels