covid19filantropi.id

Filantropi Optimistis Saat Pandemi COVID-19? Cek 2 Alasannya

Wabah COVID-19 telah membuat Baznas lebih aktif dalam memberikan bantuan atau program kerjanya di lapangan. Bagaimana yang lainnya?

Akhir April lalu, peneliti dari Institute For Demographic and Poverty Studies atau IDEAS Ahsin Aligori, menyebutkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak pada menurunnya penghimpunan lembaga akibat dari penurunan jumlah donatur.

Pendapat tersebut adalah hasil survei IDEAS yang bertajuk ‘Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Lembaga Filantropi, Amil Zakat dan Pegiat Sosial’. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pandemi COVID -19 yang melanda seluruh provinsi di Indonesia terhadap penghimpunan dana di lembaga sosial.

Ahsin melihat ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan jumlah penghimpunan lembaga sosial yaitu, antara lain adalah terjadinya gejala resesi ekonomi sehingga menurunnya donatur untuk berdonasi dan ini akan terjadi sepanjang pandemik ada dan masih tetap diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Alasan lain, menurut Ahsin seperti juga dilansir dari forumzakat.org adalah karena semakin banyaknya Lembaga filantropi, organisasi masyarakat, media bermunculan membuka kanal donasi yang sama untuk COVID-19.

Jadi tak heran, meski terjadi penurunan, penghimpunan lembaga sosial berkeyakinan bisa bertahan ditengah pandemik. “Hal ini terlihat dari 87persen responden, yang mengatakan mereka masih optimis bahwa Lembaga mereka tetap bertahan,” tutur Ahsin.

Optimisme tersebut juga tercermin pada lembaga-lembaga filantropi di tanah air saat ramadan 1441 H lalu.

Seperti dilansir republika.id bahwa lembaga-lembaga filantropi optimis mencapai target. Bahkan meningkatkan angka penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS) dibanding ramadan sebelumnya.

Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta kepada Republika, saat itu menjelaskan, optimisme Baznas itu karena dua hal.

Pertama, wabah COVID-19 telah membuat Baznas lebih aktif dalam memberikan bantuan atau program kerjanya di lapangan, sehingga kemudian banyak direspons positif masyarakat. Bahkan pencapaiannya, menurut Arifin, melampaui target hingga 4 persen.

Kedua, lanjut Arifin, optimisme Baznas juga karena meningkatnya kedermawanan masyarakat di tengah wabah COVID-19. Ia mencontohkan, banyak sekali masyarakat dan beberapa perusahaan yang menyalurkan bantuan ke rekening Dompet COVID-19. Pada Ramadan tahun ini, Baznas meningkatkan target penghimpunan ZIS sebesar 30 persen dari tahun lalu, atau sekitar Rp 4 triliun se-Indonesia.

Rumah Zakat (RZ) juga memiliki optimisme yang sama dengan Baznas. CEO RZ Nur Efendi mengatakan, pihaknya menargetkan hingga 1 juta penerima manfaat selama Ramadan. Salah satu penerima, adalah mereka yang terdampak wabah COVID-19. 

Meski tengah terjadi pandemi COVID-19, menurut Nur, semangat umat untuk berbagi tak bakal menurun. Bahkan, lanjutnya, capaian ZIS diperkirakan akan meningkat 30 persen dari Ramadan sebelumnya.

Ada beberapa alasan yang mendorong peningkatan penghimpunan ZIS di masa pandemi COVID-19 ini. Di antaranya, menurut Nur, adalah masyarakat Indonesia sangat dermawan. Mereka orang-orang yang mudah berbagi. “Selain itu, masa pandemi ini merupakan peluang terbaik untuk berbagi,” ujar Nur menambahkan seperti dikutip dari republika.id.

Sumber:

https://www.republika.id/posts/6178/filantropi-optimistis-di-tengah-pandemi-covid-19

https://forumzakat.org/ini-hasil-survei-ideas-terkait-dampak-pandemi-terhadap-penghimpunan-dana-lembaga-sosial/

Sumber: forumzakat.org