covid19filantropi.id

Gerakan Sumbang Ponsel Bekas untuk Bantu Siswa terdampak COVID-19

Pandemi COVID-19 memaksa sebagian besar siswa di Indonesia harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sistem PJJ ini mensyaratkan siswa harus memiliki perangkat pendukung seperti laptop, handphone, dan jaringan internet. Namun, tak semua siswa bisa memiliki perangkat tersebut karena harganya yang relatif mahal dan keterbatasan daya beli. Butuh dukungan dan uluran tangan pihak lain untuk membantu mengatasi persoalan ini.

Fakta tersebut membuat kemunculan berbagai inisiatif untuk melancarkan akses belajar secara daring dari rumah. Salah satunya dilakukan oleh pegiat angkut sampah berbasis daring di Bandung bernama Kangasoi. Mereka mencoba menghimpun donasi ponsel bekas yang tidak terpakai dari masyarakat. Setelah terkumpul, ponsel tersebut akan dibagikan secara cuma-cuma kepada siswa yang membutuhkan.

Gerakan ini awalnya ada di Jakarta yang kemudian diadopsi di Bandung. Melalui Instagramnya @kangasoi, gerakan mengumpulkan ponsel bekas telah dilakukan sejak 19 Juli 2020.

“Kebetulan Kangasoi ini bisnis usaha angkut sampah online berbasis kepedulian terhadap lingkungan. Kita lihat audience Kangasoi ini ada yang punya handphone lebih. Jadi mereka yang tergerak ingin membantu anak-anak didik itu bisa menyalurkan bantuannya,” ujar Syafira Pramesti, salah satu tim Kangasoi.

Tidak semua ponsel sumbangan masyarakat dapat diterima oleh Kangasoi. Fira menegaskan “syaratnya yang pasti bisa koneksi 3G atau 4G dan yang penting layak pakai. Bisa untuk beberapa aplikasi seperti WhatsApp”.

Fira juga menambahkan bahwa sejumlah anak didik di sekolah SMP-SMA di Bandung saat ini masih terkendala lantaran tak memiliki ponsel. Ada yang memiliki ponsel, namun harus bergantian dengan kakak atau orangtua mereka. Ada juga yang tidak memiliki ponsel sama sekali karena keadaan ekonomi keluarga yang terbatas.

Kangasoi tidak bergerak sendiri dalam menjalankan misi ini. The Nuklea Movement (@nukleamovement), menjadi mitra mereka, sebuah gerakan yang menginisiasi gotong royong di dunia pendidikan dalam menghadapi pandemi.

“Jadi, mereka sudah punya adik asuh yang membutuhkan (fasilitas ponsel untuk belajar). Sehingga, nanti adik asuh itu akan difasilitasi ponsel beserta kuota internetnya sekaligus,” ungkap fira.

Hal serupa juga dilakukan oleh Ghina Ghaliya, jurnalis The Jakarta Post. Melalui akun twitternya @ghinaghaliya mengkampanyekan gerakan sosialnnya tersebut.

“Ide awalnya, pas keluargaku lagi kasih barang bekas untuk pemulung dekat rumah. Ternyata pemulungnya minta handphone bekas buat anaknya belajar di rumah,” cerita Ghina

Selama Juli 2020, ia telah menerima donasi 65 ponsel bekas. Syarat ponsel yang bisa disumbangkan adalah ponsel bisa beroperasi, layar sentuh (touch screen), dan tombol power serta volume dalam kondisi baik. Sementara, syarat penerima adalah siswa calon penerima harus bersekolah formal serta menjalankan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), memberikan salinan nilai raport terakhir (untuk verifikasi, bukan penilaian).

Gina juga mengajak rekan jurnalis lainnya untuk menggalang dana “Ponsel Pintar untuk Pelajar” melalui laman Kitabisa yang dapat diakses melalui link https://kitabisa.com/campaign/ponselpintaruntukpelajar. Hingga akhir campaignya, mereka telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 534.842.910.

Sumber:

https://www.merdeka.com/jabar/inspiratif-komunitas-ini-bikin-gerakan-sumbang-hp-bantu-pelajar-terdampak-covid-19.html

https://www.liputan6.com/regional/read/4310541/gerakan-sumbang-ponsel-bekas-untuk-bantu-siswa-belajar-jarak-jauh-di-bandung

https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/25/105912265/donasi-ponsel-bekas-untuk-siswa-yang-membutuhkan-mau-berkontribusi?page=all