covid19filantropi.id

Jejak Filantropi untuk Riset COVID-19, Bill Gates Jadi Pionir

Filantropis sekaligus salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates, tak hanya bicara soal penanganan COVID-19. Dana pun dikucurkan untuk riset virus corona yang menjadi ancaman dunia ini.

Menghadapi wabah COVID-19, ini negara-negara maju dan orang kaya di dunia diminta berperan serta menangani virus mematikan tersebut.

Begitulah seruan salah seorang terkaya di dunia Bill Gates, seperti dikutip cbncindonesia.com akhir Februari lalu. Gates mengatakan dunia perlu berinvestasi dalam pengawasan penyakit dan teknologi yang lebih baik untuk mempercepat pengembangan vaksin dan obat yang aman dan efektif

WHO menyatakan penyakit COVID-19 yang disebabkan virus corona sebagai pandemi global setelah virus yang pertama kali diketahui di Wuhan, Cina akhir Desember 2019 lalu, itu menyebar cepat ke lebih dari 100 negara dalam waktu tiga bulan. Sementara data pada Agustus 2020 sudah mencapai lebih dari 200 negara

Hingga Minggu, 23 Agustus 2020, total jumlah kasus positif virus yang dicatat sebagai  jauh lebih sulit dihentikan daripada virus serupa seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), tersebut telah mencapai 23.213.489 orang. Kematian secara global mencapai angka 804.556 jiwa. Data ini merupakan versi update dari CSSE John Hopkins University & Medicine pada pukul 15.27 sore tanggal tersebut.

Bill sendiri tak hanya bicara, lewat yayasannya ia menjanjikan menyumbang US$ 100 juta atau setara Rp 1,4 triliun untuk melawan wabah tersebut. Bantuan Gates ini juga sudah dimumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain solusi teknis, Gates menyerukan upaya diplomatik yang lebih baik untuk mendorong kolaborasi internasional dan berbagi data, dan meningkatkan belanja pemerintah untuk obat-obatan dan vaksin, serta memberikan insentif kepada perusahaan swasta untuk melakukan upaya tersebut.

Seruan Gates rupanya direspon Chan Zuckerberg Initiative, organisasi filantropis yang diluncurkan CEO Facebook  Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan. Yaitu dengan menyumbang 25 juta dolar AS atau sekitar Rp 400 miliar kepada Bill Gates untuk riset obat virus Corona baru (COVID-19).

Dikutip dari cnbcindonesia, pada akhir Maret 2020, kontribusi Zuckerberg dan istrinya datang setelah Bill & Melinda Gates Foundation meluncurkan COVID-19 Therapeutics Accelerator pada awal Maret.

“Priscilla dan saya berkomitmen 25 juta dolar AS untuk mempercepat pengembangan pengobatan untuk COVID-19. Kami bermitra dengan Gates Foundation dan yang lainnya agar dapat dengan cepat mengevaluasi obat yang paling menjanjikan untuk dilihat mana yang efektif dalam mencegah dan mengobati virus Corona,” ujar Zuckerberg yang berharap bahwa hasilnya bisa ditemukan hanya dalam hitungan bulan oleh Therapeutics Accelerator.

Langkah Facebook, untuk terlibat dalam penelitian itu, seperti dikutip dari znews, merupakan salah satu dari beberapa upaya yang dilakukan sejumlah raksasa teknologi Silicon Valley untuk membantu memerangi penyebaran virus Corona.

Amazon dan Microsoft, misalnya memberikan kontribusi bantuan dana 2,5 juta dolar AS kepada organisasi yang bekerja untuk masyarakat yang terkena dampak wabah virus Corona di wilayah Seattle.

Facebook sebelumnya juga telah meluncurkan program 100 juta dolar AS untuk membantu bisnis kecil yang terkena dampak dari pandemi tersebut, sedangkan Apple akan menyumbang 10 juta masker untuk bantuan di Amerika Serikat.

Sebelumnya, Mastercard dan yayasan amal Wellcome juga bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk mengambil bagian dari inisiatif tersebut, dengan memberikan dana sebesar 125 juta dolar AS atau sekitar Rp 2 triliun pada saat peluncuran proyek tersebut.

COVID-19 Therapeutics Accelerator akan berperan sebagai katalis yang akan mempercepat serta mengevaluasi obat-obatan dan biologik yang baru, maupun untuk mengobati pasien COVID-19 dalam waktu dekat, serta patogen-patogen virus lain dalam jangka panjang.

The Gates Foundation dan Wellcome masing-masing menyumbang hingga $50 juta, sementara Mastercard Impact Fund telah berkomitmen untuk berkontribusi hingga $25 juta untuk mengatalisasi tahap awal akselerator tersebut. Pendanaan dari The Gates Foundation merupakan bagian dari komitmen $100 juta yang diusung yayasan tersebut dalam merespon COVID-19 yang diumumkan sejak bulan lalu.

COVID-19 Therapeutics Accelerator akan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyandang dana dan organisasi sektor swasta, serta institusi pembuat kebijakan dan regulator global. Akselerator ini akan memiliki fokus yang menyeluruh, mulai dari alur pengembangan obat melalui manufaktur dan peningkatan skala ketersediaan. Industri bioteknologi dan farmasi akan menjadi mitra penting, karena mereka memiliki berbagai informasi dan data klinis untuk melengkapi upaya tersebut. Pun bisa membantu proses komersialisasi dan keahlian lain yang akan diperlukan untuk meningkatkan skala ketersediaan obat-obatan dan antibodi monoklonal yang telah berhasil dikembangkan.

Direktur Wellcome Dr Jeremy Farrar menyebutkan bahwa COVID-19 adalah ancaman global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, katanya, kemitraan internasional harus didorong untuk mengembangkan perawatan, diagnostik secara cepat, dan vaksin.

“Ilmu pengetahuan berkembang pesat guna mengatasi COVID-19. Akan tetapi, kita juga membutuhkan investasi yang lebih besar dan memastikan koordinasi penelitian untuk menanggulangi epidemi ini. Berinvestasi sekarang sebagai wujud upaya kolektif global sangat penting bila kita ingin mengatasi pandemi ini. Untuk itu, kami menyambut siapa saja yang ingin bergabung dalam upaya ini,” katanya.

Senada dengan Farrar, Vice Chairman Mastercard Mike Froman juga menyebutkan bahwa tantangan global ini tidak hanya mewakili risiko terhadap kesehatan dan keselamatan populasi di seluruh dunia, tetapi juga menimbulkan potensi gangguan terhadap kepentingan ekonomi jutaan orang, bisnis, dan organisasi di seluruh dunia.

Mastercard sendiri memiliki pengalaman yang menunjukkan bahwa membangun jaringan tersebut sangat penting. “Tidak hanya membawa modal mereka, tetapi juga aset dan keterampilan yang saling melengkapi, dan Mastercard menyambut mitra lain yang peduli akan pertumbuhan inklusif untuk bergabung dalam upaya (melawan COVID-19) ini,”katanya.

Sumber:

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20200303125001-33-142069/corona-wabah-seabad-sekali-bill-gates-yang-kaya-jangan-diam

https://coronavirus.jhu.edu/map.html