covid19filantropi.id

Kekuatan Filantropi Saat Pandemi COVID-19, Tilik 10 Alasannya

Dalam berbagai sisi kehidupan, filantropi menjadi begitu penting, terutama di saat pandemi COVID-19 ini seolah tak pernah usai. Simak 10 alasannya. Filantropi ternyata bisa membuat pegiatnya lebih sehat lahir batin, loh!

Kedermawanan semakin meroket saat wabah seperti pandemi COVID-19 ini.  Bahkan beberapa waktu lalu, di laman ini, disebutkan bahwa lembaga-lembaga filantropi di Indonesia seperti angin segar di tengah wabah tersebut. Antara lain karena turut membantu negara menangani COVID 19.

Filantropi sendiri didefinisikan sebagai niat baik terhadap orang lain. Itu termasuk hadiah uang, sukarela, dan tindakan kemanusiaan lainnya. Setiap individu atau organisasi (seperti bisnis) dapat menjadi filantropis.

Saat memberi, para dermawan sendiri konon mengalami kesadaran yang sama dengan penerimanya. Yaitu ada kegembiraan, terutama ketika manfaat pemberian itu bertahan lama. Aktifitas filantropi juga terkait pada tujuan bersama, pengalaman hidup, serta komunitas di luar konteks mereka sendiri yang bisa jadi tidak mungkin dilakukan (jika sendirian).  Ini terutama kaitannya pada tradisi keluarga yang harus ditegakkan karena punya makna sendiri.

Seperti dituliskan pada laman medium.com, filantropi tidak hanya bekerja untuk menyelesaikan masalah sosial yang dihadapi komunitas, tetapi juga membantu memberikan peluang bagi masyarakat saat ini.  Sebagai contoh, dermawan yang fokus pada pendidikan dapat memberikan beasiswa akademik untuk berbagai universitas yang berbeda. Dalam melakukan ini, dermawan memberikan kesempatan bagi seseorang untuk memperoleh pendidikan yang tidak akan mampu diraih sendiri oleh yang bersangkutan.

Jika para dermawan tidak dapat menyediakan uang, mereka masih dapat menjadi sukarelawan untuk universitas atau organisasi nirlaba. Yaitu dengan membantu mengumpulkan uang untuk beasiswa. Secara umum, para dermawan memberikan solusi jangka panjang yang dapat digunakan di masa depan.

Dalam berbagai sisi kehidupan, terbukti filantropi menjadi begitu penting.  Simak 10 alasannya berikut ini:

# 1. Filantropi memperkuat komunitas

Filantropi mendorong keterlibatan seseorang atau organisasi dalam komunitas mereka. Pun menyatukan orang untuk mendukung tujuan yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dalam masyarakat di mana memberi secara bebas adalah hal biasa, kehadiran filantropi menjadikan atmosfirnya terasa ada kesatuan dan rasa memiliki yang lebih kuat.

# 2. Filantropi menular

Filantropi penting karena memiliki efek bola salju. Ketika seorang individu atau organisasi berkontribusi pada suatu sebab, orang lain di sekitarnya memperhatikan. Para dermawan seringkali memiliki pengaruh besar dalam komunitas mereka. Ketika mereka menggunakan pengaruh itu untuk kebaikan, maka dampaknya bisa signifikan.

# 3. Filantropi membantu jaringan Anda

Masyarakat dibangun dari jaringan. Baik berorientasi pribadi atau pekerjaan, jaringan sangat penting untuk kesuksesan dan kebahagiaan. Filantropi memungkinkan Anda terhubung dengan individu atau organisasi yang berpikiran sama dan memperluas jaringan Anda. Ini adalah sistem yang saling menguntungkan di mana orang-orang saling mengandalkan dan tumbuh bersama.

# 4. Filantropi bermanfaat bagi kesehatan mental

Filantropi adalah tentang mencari di luar diri sendiri dan membantu orang lain. Bagi kebanyakan orang, ini menumbuhkan rasa kepuasan pribadi yang kuat. Orang yang merasa memiliki tujuan dan membuat dampak positif pada dunia cenderung memiliki kesehatan emosi yang lebih baik. Penelitian menunjukkan bahwa kedermawanan dapat mengurangi stres dan gejala depresi.  Saat menjadi sukarelawan dengan orang lain, filantropi juga dapat mengurangi kesepian seseorang.

# 5 Filantropi juga bermanfaat bagi kesehatan fisik

Manfaat filantropi melampaui kesehatan mental yang lebih baik. Stres memanifestasikan dirinya secara fisik sebagai sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan bahkan sistem kekebalan yang lemah. Dengan lebih sedikit stres, kesehatan fisik Anda dapat berubah. Penelitian dari Johns Hopkins University dan University of Tennessee menunjukkan bahwa pemberi amal memiliki tekanan darah rendah. Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara tidak mementingkan diri dengan rentang hidup yang lebih lama.

# 6. Filantropi mendukung penyebab kekurangan dana

Filantropi penting bagi masyarakat karena pemerintah tidak dapat memenuhi setiap kebutuhannya. Individu dan bisnis filantropi hadir membantu mengisi kesenjangan tersebut. Tanpa filantropi, banyak kebutuhan di masyarakat tidak akan terpenuhi.

# 7. Filantropi baik untuk bisnis

Filantropi memiliki keunggulan untuk bisnis. Di dunia saat ini, konsumen sangat peduli tentang apa yang dilakukan sebuah usaha untuk ‘memperbaiki’ dunia. Penelitian menunjukkan bahwa orang lebih cenderung membeli dari perusahaan yang mendukung amal dan alasan yang mereka pedulikan. Ketika nilai-nilai mereka selaras, pelanggan ini juga lebih cenderung membayar lebih untuk produk dan layanan. Dengan tindakan filantropis, perusahaan memiliki peluang untuk membuat dampak positif dan membangun basis penggemar yang loyal.

# 8. Filantropi menarik karyawan baru

Pelanggan bukan satu-satunya yang tertarik pada organisasi filantropi. Para pemburu pekerjaan saat ini juga tertarik pada perusahaan yang berkomitmen untuk niat baik. Seringkali, itu bisa menjadi faktor penentu ketika seorang karyawan berbakat memutuskan di mana dia harus kerja dari berbagai pilihan yanga ada. Organisasi yang ingin menarik generasi mendatang harus memprioritaskan filantropi. Itu akan membuat dunia bisnis menjadi tempat yang lebih baik.

# 9. Filantropi meningkatkan moral karyawan

Studi menunjukkan bahwa ketika karyawan merasa pekerjaan mereka bermakna, mereka lebih bahagia. Banyak karyawan mengatakan mereka berencana untuk tidak pernah meninggalkan sektor nirlaba, meskipun bayarannya biasanya lebih rendah daripada apa yang akan mereka terima di tempat lain. Untuk bisnis lain (yang bukan LSM), memfasilitasi peluang filantropis dapat meningkatkan moral karyawan. Sebagian besar orang ingin menjadi bagian dari perusahaan yang mengutamakan dunia. Mengetahui perusahaan mereka mensponsori program, mendukung, dan menyediakan peluang sukarela, maka kepuasan kerja mereka akan meningkat.

# 10 Filantropi membantu Anda belajar lebih banyak tentang dunia

Pola pikir filantropis melibatkan lebih dari sekadar membuang uang pada tujuan atau organisasi yang memintanya. Orang-orang yang benar-benar terlibat dengan filantropi berkomitmen untuk belajar lebih banyak tentang dunia dan mengalami hal-hal baru. Melalui sukarelawan dan penelitian, gairah kerja akan lebih terpicu, perspektif akan lebih luas, dan empatinya pun akan lebih tajam.

Nah, masih berpikir dua kali menjadi pegiat filantropi di masa pandemi COVID-19 ini? Sebisa mungkin, lakukanlah sesuatu yang positif untuk lingkungan atau masyarakat setempat. Asal tahu saja, tidak ada tindakan kebaikan yang terlalu kecil, loh.

Sumber:

https://www.huffpost.com/entry/the-power-of-giving-why-philanthropy-is-important_b_595f94f2e4b08f5c97d068dd

https://medium.com/@yurivanetik/why-is-philanthropy-important-b69ced2109b6