covid19filantropi.id

Kemitraan Jadi Jurus Kunci UNDP Lawan Pandemi COVID-19

United Nations Development Programme atau UNDP meluncurkan kemitraan baru untuk mendukung pemulihan COVID-19 dan pembangunan ekonomi masyarakat rentan di Indonesia.

Pandemi COVID-19 memiliki dampak sosial-ekonomi yang destruktif. Situasi ini, menambah tantangan pemulihan dan pembangunan pada masyarakat yang rentan atau menderita dari bencana alam baru-baru ini.

Begitu diungkapkan kepala perwakilan United Nations Development Programme (UNDP) Christophe Bahuet  seperti dilansir dari sahijab.com edisi 7 Agustus 2020. 

Menurutnya, UNDP berkomitmen membantu membangun kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang yang terkena dampak. Salah satunya dengan membangun kemitraan.

Kemitraan merupakan bagian dari respons sosial-ekonomi UNDP terhadap COVID-19 di Indonesia. Kerja sama dilakukan dengan pemerintah, sektor swasta, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Seperti diketahui, bahwa baru-baru ini, UNDP bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), PT Principal Asset Management (Principal), dan PT Ammana Fintek Syariah (Ammana) meluncurkan kemitraan baru untuk mendukung pemulihan COVID-19 dan pembangunan ekonomi untuk masyarakat rentan di Indonesia.

Adalah keberhasilan proyek UNDP-BAZNAS, yang menjadi latar belakang kemitraan dengan tiga lembaga tersebut.  Dalam kemitraan dengan BAZNAS, UNDP membangun lima pembangkit listrik mikrohidro untuk menyediakan listrik yang sangat dibutuhkan bagi lebih dari 4.000 penduduk miskin di daerah terpencil di Jambi. 

Nah, kemitraan yang ditandatangani Kamis 6 Agustus 2020, di Principal Institute itu memungkinkan replikasi sinergi tersebut. Diharapkan bisa menyediakan program pemulihan bencana kepada sekitar 10 ribu orang di desa Sambil Elen, Lombok, dan desa Tuva di Sulawesi Tengah. 

Memorandum of Understanding (MOU) yang baru ditandatangani akan membantu pemanfaatan dana filantropi Islam dan fintech syariah. Kemitraan ini dilaksanakan melalui Innovative Finacing Lab UNDP dengan tujuan meningkatkan dan memanfaatkan keuangan sosial, seperti zakat dan hibah mikro yang ditargetkan melalui perusahan fintech untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dengan akses ke energi, penduduk di desa-desa tersebut akan dapat mengolah komoditas lokal, seperti kopi, jambu mete, madu, dan karet, menjadi produk jadi untuk dijual. Proyek ini, seperti ditulis di laman sehijab.com, juga memungkinkan warga desa memperoleh keterampilan baru. Yaitu meningkatkan produksi tanaman dan memelihara perkebunan untuk bisnis berkelanjutan, yang berfokus pada komoditas lokal.

Pemanfaatan ekonomi lokal akan memberikan peluang bagi mereka yang terdampak pandemi COVID-19, untuk membangun kembali dengan lebih baik.

Sumber:

https://www.sahijab.com/update/1840-manfaatkan-keuangan-sosial-syariah-dan-filantropi-untuk-lawan-covid?page=1

https://www.id.undp.org/content/indonesia/id/home1/presscenter/pressreleases/2020/Memanfaatkan-Keuangan-Sosial-Syariah.html

Photo source: UNDP Indonesia