covid19filantropi.id

Kisah Tanggap Darurat COVID-19 di Bali dan NTT

Pemulihan ekonomi yang porak poranda akibat COVID-19, kemungkinan akan menjadi proses panjang. Terutama dalam industri pariwisata, khususnya di Bali, yang menjadi andalan banyak penduduknya sebagai mata pencaharian.

Tak cuma di kota besar, penyebaran virus COVID-19 juga terjadi ke berbagai pelosok daerah. Dan ini jelas memberikan tekanan besar pada fasilitas kesehatan. Misalnya, banyak yang kekurangan pasokan medis seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan sanitasi.

Begitu diungkapkan Kementerian Kesehatan Indonesia, rumah sakit umum Bali dan Asosiasi Dokter Indonesia, seperti dikutip kopernik.info belum lama ini.

Tragisnya lagi, pengetahuan di kalangan masyarakat umum tentang tindakan pencegahan dasar untuk memperlambat penyebaran virus tersebut masih terbatas.  Misalnya, bahayanya droplet dari orang yang terinfeksi, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus dan menyentuh wajah mereka.

Selanjutnya disebutkan pula bahwa fakta tersebut merupakan ancaman nyata yang menempatkan pekerja perawatan kesehatan pada risiko tinggi terpapar. Fasilitas kesehatan pun akan lebih ‘stres’ karena akan menangani semakin banyak kasus.

COVID-19 juga telah memengaruhi banyak bisnis. Banyak perusahaan terdampak.  Artinya, disebutkan juga di laman kopernik.info ribuan orang telah kehilangan pendapatan rutin mereka, dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka dan keluarganya.

Pemulihan ekonomi kemungkinan akan menjadi proses panjang, terutama dalam industri pariwisata, khususnya di Bali, yang menjadi andalan banyak penduduknya sebagai mata pencaharian.

Itulah beberapa hal yang diungkapkan Kopernik tentang masalah yang ada di daerah-daerah terkait pandemi COVID-19 tersebut.

Kopernik sendiri adalah adalah organisasi nirlaba yang melakukan eksperimen untuk menemukan cara terbaik guna mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. Melalui eksperimen dan prototipe, Kopernik bekerja langsung dengan masyarakat terpencil, dan berkolaborasi dengan mitra-mitra di sektor pembangunan, publik, dan swasta untuk mengurangi kemiskinan.

Untuk memperlambat laju infeksi dan melindungi pekerja medis garis depan, Kopernik telah bergabung dengan inisiatif # AmanDariCovid19 dan merespons di bidang pencegahan, tanggap darurat, dan dukungan mata pencaharian untuk mereka yang terkena dampak kehilangan pekerjaan dan akses ke pendapatan.

Dituliskan juga bahwa proyek tersebut adalah bagian dari inisiatif Tanggap Darurat COVID-19 Kopernik yang lebih luas di Bali dan Nusa Tenggara Timur yang didukung dana dari SIAP SIAGA dan Departemen Luar Negeri & Perdagangan Australia.

Ada tiga solusi yang yang menjadi bidang utama dukungan Kopernik pada masalah yang ditimbulkan COVID -19 tersebut. Yaitu, 1. Pencegahan; 2. Tanggap Darurat; 3. Dukungan Mata Pencaharian.

1. Pencegahan adalah usaha memperlambat penyebaran COVID-19. Yaitu dengan melakukan Kampanye Pendidikan Publik #AmanDariCOvid-19. Salah satunya  meningkatkan pengetahuan masyarakat umum tentang tindakan pencegahan dasar yang perlu diambil untuk melindungi diri dari infeksi dan memperlambat penyebaran virus.  Materi yang diproduksi dan disebarluaskan sesuai dengan pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta tanggapan COVID-19 Pemerintah Indonesia.

Selain itu, Kopernik juga melakukan distribusi sabun dan hand sanitizer ke banjar atau desa dan pasar di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).  Bahkan hand sanitizer dengan kandungan alcohol 70persen itu pun diproduksi sendiri, bekerjasama dengan produsen alkohol dan perusahaan lokal,

Materi yang dibagikan bersama pembersih tersebut, adalah edukasi yang menjelaskan tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun serta petunjuk cara mencuci tangan secara efektif.  Tak hanya itu, mereka juga mengembangkan stasiun cuci tangan keliling, dengan tempat sabun untuk lokasi umum, seperti pasar.

Aksi pencegahan lainnya adalah memproduksi dan mendistribusikan masker kain. Dalam hal ini, Kopernik mempekerjakan penjahit lokal dan didistribusikan kepada populasi rentan. Yaitu penjual pasar, pemulung, operator transportasi, dan narapidana. Area yang dipilih adalah Bali, NTT, Jawa Timur, hingga Aceh.

2. Tanggap Darurat, ditujukan untuk membantu tenaga medis di  garis depan. Dalam hal ini, Kopernik, mendistribusikan APD dan perlengkapan sanitasi ke rumah sakit dan klinik di sekitar Bali dan NTT termasuk rumah sakit umum dan swasta serta klinik (pratama dan utama). Berdasarkan permintaan mendesak, juga menyediakan peralatan yang diperlukan dan perlengkapan sanitasi di luar Bali dan NTT (termasuk Banten dan Jawa Barat).

Kebutuhan tenaga medis saat ini antara lain: baju atau hazmat, penutup kepala dan sepatu, telah dibagikan ke rumah sakit dan klinik di Bali dan NTT berdasarkan kebutuhan yang diidentifikasi melalui Gugus Tugas COVID-19 setempat serta tanggapan atas permintaan langsung dari klinik dan rumah sakit.

Kebutuhan lainnya yang juga telah didistribusikan adalah pelindung wajah, yang telah dirancang dan diproduksi sendiri. Pelindung wajah ala Kopernik ini telah disetujui Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Bali, Dinas Kesehatan dan BNPB. Pendistribusiannya berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi melalui Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Bali serta tanggapan atas permintaan langsung dari klinik dan rumah sakit. Tak ketinggalan adalah masker N-95, juga sabun serta hand sanitizer yang mengandung alkohol 70 persen.

3. Solusi ketiga adalah ‘Dukungan Mata Pencaharian’. Solusi ini untuk menjawab banyaknya pekerjaan yang hilang (terutama) di seluruh Bali. Hal yang dilakukan antara lain, dengan cara memproduksi dan mendistribusikan bibit, pot tanah dan peralatan berkebun skala rumah tangga untuk 150 keluarga. Rumah tangga akan menerima peralatan siap pakai dengan tas penanam, pot tanah, dan bibit sehingga mereka dapat menanam sayuran dan tumbuhan sendiri. Ini akan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan keluarga memiliki akses ke makanan bergizi.

Inisiatif lainnya adalah menggelar pasar rakyat. Yaitu mendukung distribusi makanan segar untuk mendukung petani yang kehilangan akses ke pasar mereka, sekaligus menyediakan makanan bergizi yang sangat dibutuhkan rumah tangga.
Peluang lain adalah kesempatan bekerja secara virtual dari perusahaan terkemuka di dunia yang sedang popular di era pandemi ini.  Hanya saja perlu keterampilan khusus untuk mendapatkan peluangnya. Karena itu, melalui kemitraan dengan Livit’s Remote Skills Academy, Kopernik dan Alam Santi mendukung 250 orang yang kehilangan pekerjaan dan melatih mereka menjadi pekerja jarak jauh bersertifikat. Kopernik dan Alam Santi juga mengidentifikasi, dan menghubungkan mereka dengan calon pemberi kerja yang merekrut pekerja online terampil (seperti asisten virtual) agar mereka dapat memperoleh pekerjaan baru yang berkelanjutan.

Satu lagi adalah dukungan mata pencaharian darurat langsung. Ini dilakukan kepada populasi yang belum terlayani yang telah sangat terpengaruh oleh dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Mereka ini sebagian besar adalah para lansia yang kehilangan akses ke mata pencaharian dan pendapatan apa pun dan tidak dapat menyediakan makanan pokok mereka.

Sumber:

https://kopernik.info/en/donate/covid19-bali-emergency-response