covid19filantropi.id

Lawan COVID-19, Cek Pentingnya Komunikasi dalam Filantropi

Selama pandemi COVID-19, peran medis dan komunikasi ternyata sama pentingnya. Jika ingin menjadi dermawan maka harus dimulai dari diri sendiri, dan jangan lupa selalu mengucapkan terima kasih.

Komunikasi adalah salah satu solusi dalam menanggulangi dampak pandemi COVID-19. Mengapa? Karena komunikasi memiliki peranan penting khususnya dalam praktek kedermawanan.

Begitu disampaikan Direktur Humas dan Protokoler Unikom, Desayu Eka Surya,  dalam acara Webinar Series 2 yang digelar Tim Jurnal Ranah Komunikasi (JRK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND), Juni lalu.

Menurutnya, langkah dan pendekatan komunikasi transedental (Komunikasi pada Tuhan Maha Pencipta) serta komunikasi interpersonal, dan jaringan pertemanan, adalah  langkah awal yang perlu dipahamj dan dimiliki hingga mempunyai jiwa kedermawanan.

Ada tiga narasumber tampil berbicara dalam acara daring yang diikuti 200-an peserta tersebut. Selain Desayu, hadir juga pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Aqua Dwipayana, serta akademisi dari Universitas Andalas sekaligus Penggerak Kawal COVID-19 Sumatera Barat, Sari Lenggogeni.

Webinar Komunikasi kedermawanan dalam menanggulangi dampak COVID-19 tersebut menggarisbawahi bahwa dalam masa pandemi virus tersebut perlu sentuhan manusiawi.

Senada dengan benang merah tersebut, Sari Lenggogeni misalnya, menceritakan pengalamannya tentang memulai gerakan zero budget dan menjadi hero budget. Kunci keberhasilannya, yaitu dengan berkolaborasi pada seluruh jaringan pertemanan yang dimilikinya. 

Sementara itu Aqua Dwipayana, dalam pemaparannya, mengangkat aspek kedermawanan dengan istilah “REACH” Plus “A”. Artinya jiwa kedermawanan akan sukses jika setiap orang memiliki rasa saling menghormati (Respect), peduli yang ikhlas (Empathy), selalu mendengarkan apa pun, didengarkan oleh siapa pun (Audibel), dan mampu melakukan komunikasi secara terbuka (Clarity). Disebutkan pula bahwa yang tak kalah penting Humble, alias selalu memiliki sifat rendah hati.

Aqua juga menyebut REACH tersebut juga harus dielaborasi dengan Action. Yaitu tindakan nyata sehingga praktik kedermawanan itu dapat dirasakan oleh siapa pun yang membutuhkannya dalam masa pandemi COVID-19 ini.

Ditegaskan Aqua bahwa selama pandemi COVID-19, peran medis dan komunikasi ternyata sama pentingnya. Menurut Aqua, apabila ingin menjadi dermawan maka harus dimulai dari diri sendiri, dan jangan lupa selalu mengucapkan terima kasih.

Sumber:

https://www.unikom.ac.id/berita/direktur-humas-dan-protokoler-unikom-diundang-sebagai-pembicara-dalam-webinar-series-2-jrk-fisip-unand-padang

https://padang.tribunnews.com/2020/06/03/pentingnya-komunikasi-dalam-praktek-kedermawanan-tanggulangi-dampak-pandemi-covid-19

https://www.fajarsumbar.com/2020/06/ratusan-peserta-ikuti-webinar-jrk.html