covid19filantropi.id

Laz Harfa, Kiprah Lawan Pandemi COVID-19 di Kampung Harapan

Pandemi COVID-19 memang tak pandang bulu. Semua lapisan masyarakat di berbagai negara kena getahnya. Bagaimana mereka yang di pedalaman bertahan?

Pandemi COVID-19 bukan lagi menjadi wabah penyakit biasa, tapi sudah masuk ke dalam kategori bencana yang bersifat non alam. Dampak yang diakibatkan begitu besar dan menimbulkan banyak kerugian di berbagai bidang. Yang terpengaruh adalah sistem bangunan sosial, bukan infrastruktur atau bangunan fisik.

Hal ini pula yang kemudian dilakukan LAZ Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten saat bersinergi dengan Caritas Australia. Yaitu membangun kekuatan sosial agar masyarakat bisa bersama-sama menghadapi dan mengatasi wabah COVID-19 yang saat ini menjadi pandemi global.

Seperti diberitakan dalam lazharfa.org pada Kamis, 2 April 2020, sebanyak 22 kampung di 9 desa dan 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Sindangresmi, Cibaliung, Sobang dan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang-Banten, telah dilaksanakan program pembentukan Kampung Harapan Siaga COVID-19. Program ini diikuti perwakilan RT dan relawan warga dari 4 kecamatan tersebut.

Beberapa program digelar di Kampung Harapan Siaga COVID -19 tersebut. Di antaranya membentuk satgas siaga COVID -19, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi tindak pencegahan penyebaran COVID -19, pembersihan fasilitas umum, pelatihan relawan lokal, pembuatan sistem informasi kesehatan warga, pengaktifan lumbung pangan warga, dan pengadaan Crisis Center dan Hotline Layanan Informasi Publik.

Direktur Utama LAZ Harfa Indah Prihanande, menyebutkan bahwa masyarakat di perkampungan minim dan sedikit mendapatkan informasi terkait COVID -19. Ditambah lagi saat ini banyak orang-orang perantauan dari kota mulai kembali ke kampung halaman akibat adanya COVID -19.

“Bila masyarakat, khususnya yang berada di pelosok perkampungan tidak dibekali edukasi, pemahaman dan informasi yang memadai terkait COVID -19, maka mereka akan sangat rentan terpapar COVID -19. Kondisi tersebut akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi, yaitu penyebaran COVID -19 yang tak terkendali, “ katanya.

Indah pun berharap dengan adanya Kampung Harapan Siaga COVID-19 atas sinergi yang dibangun LAZ Harfa dan Caritas Australia, ini bisa membantu menekan penyebaran dan penularan COVID-19, serta membangun kekuatan sosial bagi masyarakat untuk bersama menghadapi pandemi tersebut.

Pardi salah satu perwakilan warga asal Kampung Kedongdong, Kecamatan Cibaliung yang mengikuti pelatihan dan pembentukan Satgas COVID-19, “Kami jadi bisa tahu informasi dan hal apa saja yang bisa dilakukan untuk menghadapi corona. Selanjutnya kami akan menindaklanjuti tim Satgas yang telah dibentuk agar program-program yang tadi sudah dipaparkan dapat langsung dijalankan”.

Kiprah LAZ Harfa tak berhenti di Kampung Harapan itu, tapi juga ikut berperan dalam menyiapkan ‘senjata perang’ di garda depan.  Seperti dituliskan di laman tersebut, para tenaga medis adalah garda terdepan yang telah banyak mengorbankan banyak hal dalam penanganan masalah COVID-19.  Maka kita harus peduli dan bisa bekerjasama menghadapi pandemi COVID-19 ini dengan cara bergotong royong menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai. 

Kepala Tim Penanganan COVID-19 yang menerima donasi APD di RSUD Drajat Prawiranegara Dr. Kiki Khairul Anam, mengucapkan terima kasih terhadap kepedulian pada para tenaga medis yang telah disalurkan melalui LAZ Harfa. “Semoga APD yang telah disalurkan bisa digunakan dengan sebaik mungkin oleh para tenaga medis yang menangani COVID-19,” katanya.

Distribusi APD, handsanitizer, masker, desinfektan pada 6 April 2020, ini dilakukan LAZ Harfa di dua titik lokasi. Yaitu, RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Serang dan Rumah Sakit Budi Asih Serang . Titik kedua adalah RSUD Berkah Pandeglang, Dinas Kesehatan Provinsi Banten (pada 7 April 2020). Selanjutnya yaitu rumah sakit yang menjadi rujukan untuk penanganan COVID-19 yang ada di wilayah Banten.

Kiprah lainnya, dalam mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19, ini adalah program penyediaan sarana cuci tangan untuk umum. Hingga saat ini, LAZ Harfa , sudah menyediakan 30 fasilitas sarana tempat cuci tangan yang disebar di beberapa titik di wilayah Banten, terutama di tempat-tempat publik. Seperti di alun-alun, masjid dan pasar. Antara lain, di Masjid Raudhatul Muttaqin Kebon Jahe Kota Serang, Pasar Ciruas, Pasar Tambak, Pasar Begog Pontang, Alun-alun Rangkas Bitung-Lebak, Pasar Rau Serang dan tempat-tempat lainya.

Catatan menarik lainnya, adalah aksinya melaksanakan program distribusi nasi kotak untuk para pekerja informal yang terpaksa masih harus bekerja di luar rumah. Mereka, seperti disebutkan di laman lazharfa.org adalah para pahlawan keluarga yang harus tetap bekerja di luar untuk menafkahi keluarga.

Kamal Mubarok selaku pelaksana program menjelaskan bahwa distribusi nasi kotak untuk para pekerja informal, selain sebagai bentuk dukungan dan apresiasi ditengah badai kesulitan akibat COVID-19, tujuan lainnya adalah memberikan edukasi dan informasi kepada mereka terkait pemahaman terhadap COVID-19. 

Paling tidak, mereka bisa mengetahui langkah atau pun tips aman kendati terpaksa harus bekerja di luar. Contohnya menyarankan mereka memakai masker, membawa handsanitizer, menjaga kebersihan barang dagangan edukasi preventif lainnya.

Sasaran lain LAZ Harfa adalah mereka yang tak berdaya. Salah satunya Amat (39) seorang difabel asal kampung Cipeucang Masjid, Desa Parigi, Kecamatan Saketi, Pandeglang-Banten.

Selama 10 tahun terakhir ini, LAZ Harfa memberikan treatment khusus untuk melakukan pemberdayaan kepada Amat. Yaitu dengan cara memberikan pelayanan gratis untuk terapi gerak motorik dan pengembangan daya nalar dengan cara diikut sertakan dalam kelas atau edukasi-edukasi untuk para difabel.

Pada 6 April 2020, LAZ Harfa kembali berkunjung ke kediaman Amat, sembari mendistribusikan bahan pangan berupa beras dan telur, serta handsanitizer.

Upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 memang bisa berbagai cara. Dari menggalang dana, hingga mendistribusikan bantuan ke berbagai tujuan, terutama mereka yang tinggal di pelosok dan tak berdaya.

Sumber:

LAZ Harfa website

Photo credit: lazharfa.org