covid19filantropi.id

Mozi Masagi Atasi Stunting di tengah Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 di Indonesia tak terkecuali berdampak kepada penghasilan banyak keluarga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi peningkatan jumlah warga miskin di Indonesia sejak masa pandemi. Peningkatan terjadi lebih dari 2,7 juta jiwa jika dibandingkan dengan sebelumnya. Keadaan ekonomi yang sulit dan tidak stabil berpengaruh kepada sulitnya warga miskin untuk mengakses makanan yang sehat dan bergizi.   

Para ahli gizi mengemukakan masa pandemi COVID-19 sangat rentan bagi anak-anak, karena terancamnya pemenuhan gizi harian akibat kesulitan mengakses makanan bergizi. Tantangan lainnya adalah terganggungnya layanan Posyandu sehingga tidak maksimal dalam mendeteksi masalah gizi. Akibatnya, diperkirakan angka stunting di Indonesia akan naik kembali setelah sempat turun dalam dua tahun terakhir.

Untuk melindungi anak Indonesia, Dompet Dhuafa melalui program Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) memberikan bantuan kepada keluarga terdampak. Fokusnya adalah pencegahan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Beragam kegiatan dilakukan seperti pendampingan, pemantauan kesehatan ibu hamil, serta tumbuh kembang bayi baduta (bayi dua tahun) secara intensif.

Di Kabupatan Garut, Jawa Barat, Dompet Dhuafa bersama mitra meluncurkan insiatif Mozi Masagi (Motor Gizi, Makanan Serat Gizi). Masagi tidak hanya merupakan singkatan dari Makanan Serat Gizi, namun juga memiliki arti ‘sempuran luar-dalam’ dari Bahasa Sunda. Dipilihnya Kabupaten Garut sebagai langkah awal pelaksanaan Mozi Masagi dikarenakan angka stunting Garut menempati rangking ketiga di Jawa Barat pada tahun 2019.

Mozi Masagi merupakan inisiatif kesehatan yang memiliki agenda fokus kepada peningkatan mutu gizi masyarakat. Tujuannya untuk mengoptimalisasikan 1000 HPK terutama bagi ibu hamil dan baduta yang mengalami masalah gizi seperti wasting dan anemia. Inisiatif ini juga menjadi terobosan baru dalam langkah pencegahan stunting. Dalam pelaksanaannya, kader yang telah dilatih menyediakan dan mengantarkan makanan siap saji dengan komposisi gizi seimbang ke rumah-rumah yang memiliki baduta.

Inisiatif Mozi Masagi dilaksanakan dalam dua fase selama 28 hari. Dalam dua minggu pertama, baduta keluarga rentan diberikan makanan siap saji untuk meningkatkan gizi mereka. Menu yang disajikan pun beragam setiap harinya, namun daun kelor merupakan bahan makanan wajib. Daun kelor dipilih menjadi bahan makanan wajib dikarenakan makanan lokal yang murah serta kaya gizi seperti mineral, vitamin, dan zat-zat lain.

Dua minggu berikutnya dilakukan pelatihan kepada para orang tua agar dapat mengolah makanan bergizi sendiri dengan dampingan para kader. Dompet Dhuafa dan mitra secara aktif telah terlibat dalam pemenuhan gizi 173 dari 187 anak yang telah di skiring dari 14 posyandu di Kabupaten Garut. Pencegahan dan eliminasi stunting pada baduta patut menjadi prioritas dan upaya strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, terutama di saat pandemi seperti ini.

Sumber:

http://www.dompetdhuafa.org/id/berita/detail/Dompet-Dhuafa-Luncurkan-MOZI-MASAGI–Layanan-Kesehatan-Gizi-di-Tengah-Pandemi

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-56519049

https://republika.co.id/berita/repjabar/sosial/qobbo8432/mozi-masagi-upaya-dompet-dhuafa-bantu-penanganan-emstuntingem