covid19filantropi.id

Pandemi COVID-19, Cek Fakta dan Cara Membantunya

Center for Disaster Philantropy (CDP) memiliki Dana Respons COVID-19 yang memberikan kesempatan bagi para donor untuk memenuhi tantangan yang terus-menerus dan terus dihadirkan oleh virus ini. Intip caranya.

Penyakit coronavirus atau COVID-19 menggebrak dunia sejak akhir Desember 2019. Berawal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, kemudian menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Centre for Disaster Philanthropy (CDP) dan mitranya di Candid melacak sumbangan filantropis untuk wabah ini.  Pada 22 Juli 2020, total sumbangan yang diterima berjumlah lebih dari US$ 12,9 miliar.  Sementara itu, total kasus di seluruh dunia, yaitu tercatat di 213 negara adalah 15.735.346 kasus, dengan 637.946 kematian dan 9.595.464 pemulihan.

Berikut ini beberapa fakta yang perlu diperhatikan saat pandemi berlanjut:

  1. Digital Equity

Potret kesenjangan digital telah dibuktikan oleh pandemi COVID-19 ini. Yaitu saat pendidikan dan pekerjaan menjadi berbasis rumah. Juga organisasi perawatan kesehatan dan layanan sosial lainnya beralih ke internet atau telepon untuk memberikan layanan.

Sementara itu, banyak rumah tangga tidak memiliki akses ke internet atau ke komputer. Bahkan ketika layanan ini ada, tak banyak yang bisa berpartisipasi, dalam pekerjaan atau kegiatan berbasis web lainnya pada saat yang sama.

Ada kebutuhan untuk mendukung perluasan Wi-Fi gratis, pengurangan tarif internet, dan menyediakan ponsel pintar, tablet, dan komputer.

  1. Kesehatan Mental, Penggunaan Obat, serta Pelecehan Anak

Ada masalah kesehatan mental serius termasuk masalah kesehatan jiwa, depresi. kecemasan dan risiko bunuh diri.

Risiko juga meningkat pada mereka yang mengunakan obat-obatan, dan ketakutan saat dikarantina serta menngunakan obat-obatan. Kasus  kekerasan pada pasangan serta pelecehan anak pun dilaporkan meningkat.

  1. Anak-anak dan Remaja

Kebutuhan anak-anak dan remaja pada pendidikan, sama  pentingnya dengan perhatian terkait masalah kesehatan mental, literasi digital, perawatan anak asuh, imigrasi dan pelecehan.

Kemiskinan keluarga juga menjadi perhatian karena berdampak pada kebutuhan dasar di sekitar akses ke perumahan, makanan, perawatan medis, dan lain-lain. Penelitian baru menunjukkan bahwa satu dari lima anak tidak mendapatkan cukup makan sejak COVID-19 terjadi. Ketika musim ke sekolah dimulai, ada kekhawatiran tentang kesetaraan dalam pendidikan.

Faktanya, beberapa sekolah memilih untuk belajar virtual sementara yang lain menerapkan kelas yang jauh secara sosial. Karena, tidak semua siswa memiliki akses ke internet dan komputer untuk pembelajaran virtual, sementara banyak anak berkebutuhan khusus bergantung pada layanan yang hanya ditawarkan di sekolah.  Tragisnya lagi, beberapa orang tua membuat pod sekolah rumah, sementara keluarga lain tak mungkin melakukannya.

  1. Tunawisma dan Tempat Singgah

Orang-orang yang kehilangan tempat tinggal atau yang tinggal di fasilitas tempat tinggal (rumah singgah), berkumpul dan berjuang untuk tetap jaga jarak aman secara  fisik.

Ini termasuk orang-orang yang tinggal di tempat penampungan tunawisma, di jalanan, di kamp-kamp pengungsi, fasilitas penahanan dan penjara, rumah jompo atau  fasilitas tempat tinggal senior dan pusat penahanan imigrasi.

  1. Penghasilan dan Kebutuhan Dasar

Ini terus menjadi kebutuhan kritis. Di Amerika Serikat, ada sejumlah orang yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan pengangguran untuk kebutuhan hidup. Bantuan pengangguran federal dijadwalkan berakhir pada Juli, tetapi banyak pekerja belum kembali bekerja karena penutupan atau pengurangan bisnis.

Secara internasional, sebagian besar orang adalah pekerja berupah harian yang berjuang karena karantina. Ini akan menjadi masalah yang jauh lebih besar di bulan Agustus jika tidak ada RUU stimulus baru disahkan.

  1. Kebutuhan Medis 

Alat Pelindung Diri atau APD dan dukungan medis terus menjadi tantangan ekstrem di negara-negara berkembang seiring munculnya hot spot baru. Kebutuhan medis juga terus menjadi perhatian dalam hal akses dan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Ketika orang kehilangan pekerjaan, mereka juga kehilangan akses ke asuransi kesehatan/pertanggungan. Ini akan membutuhkan dukungan berkelanjutan untuk menangani kesehatan buruk yang timbul dari kurangnya perawatan.

Asal tahu saja, para ahli menemukan efek yang tersisa (dari penelitian COVID-19 yang terus menerus dilakukan) yang mungkin juga memerlukan peningkatan penelitian dan dukungan.

  1. Keadilan Sosial

Ada sejumlah kebutuhan keadilan sosial utama yang muncul – beberapa yang terkait dengan masalah yang diangkat sebelumnya. Ini termasuk advokasi seputar tuna wisma, imigrasi, fasilitas penahanan, pekerja berupah, kebutuhan dasar, dan lain-lain. Juga mencakup kebutuhan populasi yang rentan seperti imigran, pengungsi, pencari suaka, orang-orang cacat, orang dewasa, orang kulit berwarna, populasi penduduk asli, LGBTQ komunitas, dan lain-lain.

Melalui protes dan perhatian terhadap isu-isu yang mempengaruhi orang kulit berwarna, keadilan sosial selama COVID-19 menjadi semakin penting.  Tapi, tidak ada wabah massal COVID-19 yang dikaitkan dengan protes yang telah terjadi di lebih dari 4.000 kota di seluruh dunia.

Bagaimana cara membantu?

Center for Disaster Philantropy (CDP) memiliki Dana Respons COVID-19 yang memberikan kesempatan bagi para donor untuk memenuhi tantangan yang terus-menerus dan terus dihadirkan oleh virus ini. Hingga saat ini, CDP telah memberikan hampir US$ 10 juta kepada 41 organisasi.

Rencanakan pemberian Anda sebagai tanggapan terhadap COVID-19. Jangan hanya bereaksi terhadap laporan media terbaru. Teliti fakta dan organisasi yang merespons. Ada banyak informasi yang salah diedarkan. Situs web WHO dan CDC COVID-19 direkomendasikan sebagai sumber informasi tepat waktu dan andal. CDP berupaya untuk tetap mengetahui siapa yang merespons dan senang mendiskusikan kebutuhan dengan pemberi dana yang merespons. Akan ada beberapa fase dan kebutuhan dalam krisis COVID-19 ini – situasi respon medis, dukungan untuk penelitian dan membantu orang-orang rentan yang terkena dampak. Sesuaikan pemberian Anda dengan salah satu bidang ini atau putuskan bagaimana Anda akan mentransisikan dana saat kebutuhan berubah.

Informasi selengkapnya (termasuk bagaimana mengalokasikan pemberian Anda), silakan klik: COVID-19 Coronavirus

Foto oleh Lerone Pieters dari Unsplash