covid19filantropi.id

Pandemi COVID-19 Dorong Digitalisasi Filantropi Arab

Pemanfaatan digital bagi sektor filantropi telah berkembang beberapa tahun belakangan ini. Namun sejak pandemi COVID-19, sarana digital menjadi alat vital guna keberlanjutan aktivitas organisasi filantropi dan penerima bantuan. Bagi beberapa pegiat filantropi yang belum familiar dengan digital, ini merupakan momentum untuk mengubah model pemberian dari tradisional ke digital. Filantropi di Arab menjadi salah satu contoh penerapan digitalisasi terhadap kegiatannya.

Sebelum pandemi COVID-19, pegiat filantropi Arab belum menaruh prioritasnya ke digitalisasi untuk kegiatan sosial. Kini secara perlahan, filantropi Arab mulai mengembangkan digital dalam memberikan bantuannya kepada penerima manfaat seperti platform pembelajaran online dan perawatan kesehatan. Makhzoumi Foundation  memanfaatkan aplikasi WhatsApp dengan memberikan sesi dukungan peningkatan kesadaran dan kesehatan mental kepada penerima manfaat.

Di isu pemberdayaan ekonomi, yayasan saat ini telah mengalihkan fokusnya ke alat keuangan elektronik. Hal ini dorong oleh jam operasi bank dan batas penarikan yang lebih pendek memperlambat pencairan pinjaman mikro CSO yang bekerja di daerah termiskin. COVID-19 juga menyadarkan adanya kesenjangan digital. Kesenjangan ini paling dirasakan oleh masyarakat kurang beruntung di pedesaan, siswa sekolah publik, dan orang dengan kebutuhan khusus. Tidak hanya masyarakat, kesenjangan dan infrastruktur digital dasar juga dialami oleh CSO dan komunitas. Keadaan ini mendorong bagi CSO dan komunitas untuk mengajukan dukungan baru ke donor dalam mengatasi keterhambatan tersebut.

Dalam mendukung CSO menghadapi tantangan terkait keterbatasan infrastruktur teknologi dan informasi, diperlukan skema dukungan kelembagaan baru. Noha El Wikawy, Direktur Regional Timur Tengah dan Afrika Utara Ford Foundation menyatakan,”tiga tahun lalu, donor mulai mengalokasikan hingga 20% dari dana hibahnya untuk penguatan lembaga penerima hibah. Kini, sekitar 70% memiliki komponen dukungan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan kelembagaan”.

Faktor penting lainnya yang mendukung digitalisasi filantropi Arab ini adalah lingkungan kebijakan pemerintah yang mendukung. The Agha Khan Development Network (AKDN) akan meluncurkan inkubator kewirausahaan virtual, dan mereka memuji kebijakan pemerintah yang mendukung upaya ini untuk menjadi pusat kewirausahaan regional.

Pandemi COVID-19 mendorong semua pegiat filantropi untuk memiliki prioritas yang lebih untuk mengeksplorasi dan mengadaptasi digital dalam pelaksanaan programnya. Krisis ini pula mendorong Filantropi Arab untuk mengadopsi modalitas baru penghibahan yang memungkinkan CSO menggunakan lebih banyak sumber daya. Sumber daya ditujukan untuk penguatan dan pertumbuhan kelembagaan agar dapat tetap berkontribusi pada keberlanjutan dan ketahanan fungsional lembaga.

Sumber: