covid19filantropi.id

Pandemi COVID-19 Mendorong Filantropi Bertransformasi

Tanpa dipungkiri pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi dan aspek kehidupan lainnya. Namun, nyatanya pandemi COVID-19 memberikan perubahan positif dalam sektor filantropi. Menurut Candid, skala modal yang disalurkan untuk pandemi setidaknya 10,2 milliar USD pada Mei 2020. Tidak hanya besarnya modal yang mengejutkan, tetapi cara pemberian bantuan juga berubah yang dilihat dari kecepatan, jumlah bantuan, dan kolaborasi yang lebih besar.

McKinsey & Company menyoroti ada lima praktik baik perubahan yang terjadi dalam sektor filantropi. Pertama, pengurangan beban penerima hibah. Dalam 20 tahun terakhir, sektor filantropi telah mengadopsi pendekatan data-based dan ketat sehingga proses pencarian pengelola hibah mencari lebih rumit. Namun, COVID-19 mengubah kebiasaan ini. Pandemi telah mempercepat langkah-langkah untuk pemberian hibah yang mendorong donor untuk melonggarkan persyaratan hibah. Selain itu, donor juga mempercepat proses pengambilan keputusan dan memberikan fleksibilitas tambahan kepada penerima hibah dalam menggunakan dana.

Kedua, akselerasi kecepatan dan volume memberi. Pandemi mendorong donor untuk menggali lebih dalam potensi dana abadi dan mengubah pendekatan pemberian hibah agar dapat mengarahkan lebih banyak hibah daripada yang telah direncanakan. Beberapa donor telah menggandakan hibahnya seperti mendistribusikan 20% dari total asset dan berkomitmen sebesar 1 milliar USD untuk respon terhadap COVID-19.

Ketiga, bermitra dengan donor lain untuk melangkah lebih jauh dan cepat. Pemberian hibah oleh donor cenderung dilakukan sendiri. Pandemi kemudian merubah perilaku tersebut. Pendekatan yang digunakan oleh donor telah berubah dengan membangun kolaborasi antar donor di tingkat lokal, nasional, dan global. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan sumber daya, menyelaraskan prioritas, dan menyebarkan dana dengan cepat melalui pendanaan kolaboratif.

Keempat, berinvestasi lebih banyak ke komunitas lokal. Filantropis kini telah memusatkan fokusnya ke lingkungan terdekatnya yang sebelumnya cenderung tertarik pada masa global. Investasi kepada komunitas lokal dilakukan dengan memberdayakan pemimpin organisasi implementer, mengubah pola pikir, dan membangun kemampuan baru. Hal ini juga memberikan pembelajaran baru kepada donor untuk menguji dan belajar berbagai model hibah untuk komunitas.

Kelima, mendukung sektor public dengan membantu pemerintah menjadi lebih efektif. Ada beberapa cara filantropi swasta yang dapat dilakukan yaitu menggandakan perannya dalam menyediakan modal untuk program-program inovatif, mendukung upaya lintas lembaga yang menangani masalah mendasar, dan mengatasi kendala sumber daya manusia. Selain itu, filantropi juga berperan penting dalam mendukung ide kebijakan publik yang dibutuhkan dalam proses pemulihan pandemi COVID-19.

McKinsey & Company juga menekankan bahwa perubahan ini memunculkan kesempatan bagi donor untuk membentuk kembali prioritas dan praktik dimasa selanjutnya. Pandemi COVID-19 membuktikan sektor filantropi dapat berputar dan beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi krisis.

Sumber:

https://www.mckinsey.com/industries/public-and-social-sector/our-insights/a-transformative-moment-for-philanthropy

https://candid.org/explore-issues/coronavirus