covid19filantropi.id

Pandemi COVID-19, Momentum Platform Crowdfunding Optimal Menghimpun Donasi

Masa pandemi COVID-19  rupanya menjadi momentum yang tepat bagi platform crowdfunding dalam menggalang donasi masyarakat. Beberapa crowdfunding dikabarkan meningkatkat perolehan dana sosialnya selama masa pandemi. Crowdfunding ‘Sharing Happiness’, misalnya, jumlah donaturnya meningkat sebanyak 280.000 orang selama masa pademi. Hal ini tentu menjadi berita gembira karena akan banyak orang yang ditimpa kesulitan selama pandemi berpeluang mendapatkan bantuan.

Hamzah Fadri Ulhaq, Direktur Utama Sharing Happiness, mengatakan bahwa jumlah donasi yang terkumpul selama bulan Januari sampai September 2020 mencapai 89 miliar rupiah. Jumlah ini meliputi 7.970 proyek donasi yang ada di platform crowdfunding Sharing Happiness.

Khusus untuk bantuan COVID-19, ada satu proyek sosial yang jumlah donasinya mencapai 1,5 miliar lebih. Sedangkan contoh lainnya, seperti bantuan untuk Palestina, jumlah donasinya mencapai 1,8 miliar rupiah.

Peningkatan jumlah donatur dan jumlah uang yang didonasikan menunjukkan banyak masyarakat yang berkontribusi untuk membantu sesama. Setiap tahun, jumlah donatur dan uang yang disumbang selalu mengalami peningkatan.

Sebagai gambaran, pada tahun 2016, jumlah donasi mencapai 6,5 miliar dari 7.000 donatur untuk 85 proyek sosial. Dua tahun kemudian, 2018, jumlah donasi mencapai 43 miliar dari 68.867 donatur untuk 1.083 proyek sosial.

Rebranding

Sharing Happiness merupakan platform untuk menggalang dana publik milik Rumah Zakat yang didirikan pada tahun 2016. Namun sejak 10 November lalu, Sharing Happiness berganti logo dan melepaskan diri dari Rumah Zakat. Keputusan ini diambil dengan tujuan agar platform crowdfunding menjadi entitas lebih mandiri dan dapat berkolaborasi dengan banyak pihak. Sehingga, coverage atau cakupan sektor proyek sosial dan penerima donasi meluas.

Langkah yang diambil oleh Rumah Zakat dan Sharing Happiness ini tidaklah salah. Di masa ini, di mana kemajuan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) menjadi sangat masif, transformasi digital sangat diperlukan di sektor filantropi untuk membuat kegiatan donasi dan berderma menjadi lebih mudah, efisien, dan transparan.

Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, mengungkapkan bahwa selama pandemi COVID-19, terjadi perubahan di masyarakat, termasuk cara berdonasi. Platform online semakin diminati masyarakat untuk menyalurkan dana.

Hal senada juga pernah dibahas pada beberapa kesempatan diskusi oleh Filantropi Indonesia. Banyak lembaga filantropi yang mengubah pola penggalangan dana karena donasi digital dan cashless semakin diminati. Selain itu, di masa pandemi ini, donasi cashless dan digital juga sejalan dengan protokol kesehatan karena menghindari kontak langsung dengan orang lain.

Sumber:

https://bandung.kompas.com/read/2020/11/12/08310521/menjadi-pahlawan-lewat-berbagi-program-donasi-yang-diminati-saat-pandemi?page=all

https://www.instagram.com/p/CHZ1V19skZW/

Photo: https://jabar.idntimes.com/news/jabar/yogi-pasha/lepas-dari-rumah-zakat-sharinghappinessorg-luncurkan-brand-baru