covid19filantropi.id

Pandemi COVID-19: Pendaftaran Penerima BPUM Diperpanjang, Catat Waktunya

Banpres Produktif untuk Usaha Mikro atau BUPM adalah strategi pemerintah dalam membantu usaha mikro agar bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Seperti diberitakan sebelumnya, Program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro atau BPUM telah terserap 100 persen. Itu untuk tahap awal bagi 9,1 juta pelaku usaha mikro. Demikian diumumkan Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) belum lama ini.

Seperti dikutip dari antaranews.com, PCPEN mencatat realisasi program PEN bertambah Rp13,5 triliun pada pekan pertama kuartal IV tahun ini.

Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis yang dikutip antaranews.com menyebutkan antara lain bahwa program untuk sektor UMKM terus dipercepat dan diperluas agar dapat meringankan kondisi ekonomi masyarakat dan sekaligus menjadi stimulus percepatan pergerakan ekonomi nasional.

Program yang memberikan hibah Rp 2,4 juta kepada pelaku usaha mikro dan kecil ini meningkat realisasinya sebesar Rp4,06 Triliun atau 14,10 persen selama pekan pertama dan mulai melaksanakan perluasan program. Saat ini program tersebut telah memasuki pelaksanaan program perluasan. Yaitu dari sebanyak 9,1 juta menjadi 12 juta pelaku usaha mikro.
 
Sebelumnya, pendaftaran penerima bantuan UMKM tahap 1 telah ditutup pada pertengahan September lalu. Untuk mencapai perluasan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) merilis Surat Edaran Nomor 491/SM/X/2020 Tanggal 06 Oktober 2020. Isi surat memberitahukan perpanjangan waktu pendataan penerima BPUM (BLT UMKM senilai Rp2,4 juta), hingga akhir November 2020. 

Mekanismenya adalah pelaku UMKM mendaftar di instansi daerah atau pusat. Lantas, instansi tersebut mengusulkan nama calon penerima bantuan kepada Kemenkop UKM. 

Instansi atau lembaga yang bisa mengusulkan nama calon penerima bantuan tersebut adalah: dinas-dinas di daerah yang membidangi Koperasi dan UKM; Kementerian/Lembaga; Koperasi yang telah disahkan sebagai badan hukum; Bank atau perusahaan pebiayaan yang terdaftar di OJK. 

Khusus bagi pelaku usaha UMKM di ibu kota, pendaftaran menjadi calon penerima BPUM dapat dilakukan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta (PPKUKM DKI Jakarta). Pendaftaran sudah bisa dilakukan sejak 13 Oktober sampai 25 November 2020. 

Ada 6 syarat untuk menerima Banpres Produktif Usaha Mikro, sesuai dengan informasi dari Dinas PPKUKM DKI Jakarta. Yaitu: 

1. Memiliki KTP dan Nomor Induk Kependudukan (NIK)
2. Memiliki kegiatan usaha mikro yang aktif dan produktif
3. Memiliki usaha yang beralamat di DKI Jakarta
4. Tidak sedang menerima KUR
5. Tidak sedang menerima kredit/pinjaman perbankan lainnya
6. Bukan orang yang berstatus PNS atau Aparatur Sipil Negara, anggota TNI/POLRI, pegawai BUMN/BUMD.

Seperti diunggah di media sosial resmi Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro adalah strategi pemerintah dalam membantu usaha mikro agar bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Sumber:

https://tirto.id/cara-daftar-bantuan-umkm-di-jakarta-jadwal-sampai-25-november-2020-f512

https://money.kompas.com/read/2020/11/02/063400726/pendaftaran-blt-umkm-rp-24-juta-masih-dibuka-ini-syarat-hingga-cara?page=all

https://m.facebook.com/dinasppkukmdki/photos/a.837190786674401/1218414691885340/?type=3&theater

Photo credit: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc.