covid19filantropi.id

Pandemi COVID-19, Pundi Perempuan Terus Galang Donasi

Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia. Kekerasan terhadap perempuan meningkat tajam. Intip aksi Pundi Perempuan mengatasinya.

Pandemi COVID-19 ternyata berdampak juga pada kaum perempuan. Bukan hanya pada kasus positif COVID-19-nya. Tapi pada jumlah korban kekerasan yang dialami perempuan yang semakin tinggi angkanya. Paling tidak begitu dituliskan dalam sebuah unggahan yang diposting di akun Instagram @indonesiauntukemanusiaan pada 11 Juni 2020.

Saat ini, Pundi Perempuan sedang menggalang donasi yang sangat dibutuhkan untuk terus mendukung perlindungan perempuan korban kekerasan yang semakin tinggi di masa pandemi COVID-19 ini.

Melalui Pundi Perempuan, donasi yang Anda berikan akan disalurkan untuk membantu lembaga pengada-layanan memberikan pendampingan hukum dan pemulihan psiko-sosial bagi perempuan korban kekerasan di Indonesia.

Penggalangan dana Pundi Perempuan “Kita di Sini Bersama. Mari Saling Melindungi” dapat dilakukan di KitaBisa melalui link https://bit.ly/KitaBisaMelindungi

Lebih lanjut dalam siaran pers yang diunggah di laman indonesiauntukkemanusiaan.org, disebutkan sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, kekerasan terhadap perempuan meningkat tajam (UN Women, 2020).

Pada Catatan Akhir Tahun 2020, Komnas Perempuan merilis data lembaga pengada layanan dari berbagai wilayah menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dari 406.178 di tahun 2018 menjadi 431.471 kasus di 2019.

Disebutkan pula bahwa dapat dipastikan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia pada masa pandemi COVID-19 ini akan meningkat secara signifikan.

Sementara itu, seperti diunggah bbc.com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat per 2 Maret – 25 April 2020, terdapat 275 kasus kekerasan yang dialami perempuan dewasa, dengan total korban 277 orang.

Pada laman yang sama, merujuk data UN Women, terungkap bahwa peningkatan KDRT di masa COVID-19 ini meningkat di berbagai negara. Prancis, misalnya, melaporkan sejak lockdown diberlakukan di negara tersebut pada 17 Maret 2020, kekerasan domestik meningkat 30 persen.

Serupa, panggilan darurat terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Argentina meningkat 25 persen sejak lockdown diberlakukan pada 20 Maret. 

Seperti juga terjadi di Cina, pengaduan KDRT di Amerika juga mengalami peningkatan jumlah penelpon yang mengatakan pelaku kekerasan memanfaatkan COVID-19 sebagai upaya mengisolasi mereka dari keluarga dan teman. Demikian disebutkan di laman bbc.news mengutip laporan Majalah Time.

Kembali ke siaran pers yang diunggah 5 Juni 2020, diungkapkan bahwa sejak penerapan kebijakan pembatasan sosial, lembaga pengada layanan merasakan pola pengaduan yang berubah. Pendamping, misalnya, semakin sering menerima pengaduan melalui telepon atau email sehingga untuk memberikan layanan sangat bergantung pada akses dan ketersediaan dana komunikasi dan alat pelindung selama masa pembatasan.

Situasi ini, membuat lembaga pengada layanan merasa tidak dapat menyediakan pendampingan hukum dan psikososial secara optimal.

Karena itulah, merespon kebutuhan lembaga pengada Layanan dan Women Crisis Center agar dapat terus bekerja memberikan layanan pendampingan dan pemulihan kepada perempuan korban kekerasan secara optimal, Indonesia untuk Kemanusiaan, Komnas Perempuan melalui Pundi Perempuan menggelar penggalangan dana publik secara online dengan tema “Kita Di Sini Bersama. Mari Saling Melindungi”.

Acara online tersebut bisa dilihat melalui Channel YouTube Indonesia untuk Kemanusiaan. Peluncuran gerakan ini menghadirkan keynote speaker: I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, dan dilanjutkan dengan diskusi “Kita Di Sini Bersama. Mari Saling Melindungi” dengan pembicara: Cinta Laura Kiehl (Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak KPPA RI), Theresia Iswarini (Komnas Perempuan) dan Lilik HS (Pundi Perempuan, Indonesia untuk Kemanusiaan) dengan moderator: Ayu Kartika Dewi (Staf Khusus Presiden RI).

Di laman Facebook yang diposting 11 Juni 2020, Manajer Pundi Perempuan, Indonesia untuk Kemanusiaan Lilik HS, juga menyebutkan bahwa dukungan yang diberikan Pundi Perempuan sifatnya pemberdayaan, bukan sekedar charity. “Kami berupaya membangun pemahaman pentingnya keberadaan Women Crisis Center untuk perempuan korban kekerasan,” tulisnya.

Seperti juga disebutkan di awal tulisan, melalui Pundi Perempuan, donasi yang diberikan akan disalurkan untuk membantu lembaga pengada layanan memberikan pendampingan hukum dan pemulihan psiko-sosial bagi perempuan korban kekerasan yang semakin tinggi jumlahnya di masa pandemi COVID-19 ini.

Sumber:

https://indonesiauntukkemanusiaan.org/site/kabar/detail/126/siaran-pers-penggalangan-dana-darurat-pundi-perempuan-di-tengah-wabah-covid-19

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52713350

https://www.facebook.com/indonesiaforhumanity/photos/pb.265189266835923.-2207520000../3250101281678025/?type=3&eid=ARDbkLjFVuGKwZCfrpzDld_J7qySF3eWEBlQ_I1pRW_qBW_EPKbCKJkc0zMwLBx6kjZm2opgubYvIbN5

Foto dari Instagram Indonesia untuk Kemanusiaan