covid19filantropi.id

Pemetaan Solidaritas Masyarakat di Era COVID-19

Saat ini, empat lembaga filantropi di Indonesia, yaitu PIRAC, BAZNAS, Dompet Dhuafa, dan Human Initiative, berkolaborasi melakukan pemetaan sosial terkait solidaritas kemanusiaan di era pandemi COVID-19. Survei dengan judul ‘Pemetaan Solidaritas Masyarakat di Era COVID-19’ ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor.

Pertama, kondisi di Indonesia saat ini, di mana sudah hampir satu tahun pandemi COVID-19 melanda namun orang yang terinfeksi semakin tinggi dan sudah melampaui satu juta. Kedua, posisi Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia versi CAF World Giving Index, di mana tampak pada gotong-royong masyarakat menolong sesama selama pandemi COVID-19. Ketiga, di saat pemerintah memikirkan kebijakan bantuan sosial dan penanganan pandemi, masyarakat sudah bergerak terlebih dahulu untuk memberikan bantuan. Keempat, inisiatif dan solidaritas sosial masyarakat Indonesia penting untuk direkam sebagai sebuah sejarah bagaimana bangsa ini berupaya keluar dari pandemi COVID-19.

Pemetaan yang masih berlangsung ini menggunakan metode analisis media dan reviu dokumen (sejak bulan Maret 2020 – sekarang) dan survei daring (masih berlangsung). Selain itu, nantinya, juga akan diadakan wawancara mendalam kepada 10 penyintas COVID-19 dan aktor penggerak di masyarakat, serta Focus Group Discussion (FGD) antara pemerintah, penyintas COVID-19, dan aktor penggerak.

Pada acara Diskusi Kamisan yang diselenggarakan oleh Simpul Madani kemarin (28/1), Nugroho Iskandar, peneliti PIRAC, berkesempatan untuk membagikan temuan sementara surveinya kepada publik. 

Berdasarkan analisis media yang dilakukan, diketahui bahwa sumber pendanaan kegiatan gotong royong menolong sesama selama pandemi COVID-19 paling banyak bersumber dari dana atau pendapatan pribadi (36,46%), disusul donasi publik (33,9%), dana lembaga (23,1%), serta dana perusahaan (6,6%). Dana perusahaan menduduki posisi terkecil karena di saat yang sama keuangan perusahaan harus tetap bertahan menghadapi krisis.

Untuk metode penyaluran bantuan, ternyata, mayoritas penyaluran bantuan dilakukan secara langsung (66,4%). Hal ini disebabkan karena menyalurkan bantuan secara langsung dianggap sebagai metode tercepat untuk menolong sesama. Selanjutnya, disusul bantuan disalurkan melalui kemitraan dengan lembaga lain (14,3%), daring (12,6%), dan yayasan/lembaga (6,7%).

Untuk sektor yang dibantu, paling banyak adalah kesehatan (53,5%), logistik atau bahan makanan untuk bertahan hidup (33,1%), pemberdayaan ekonomi (7%), lainnya, seperti mensosialisasikan informasi tentang COVID-19, penyediaan transportasi dan tempat untuk isolasi mandiri (5%), dan pendidikan (1,4%). Sektor kesehatan menjadi perhatian utama karena saat awal pandemi, harga alat-alat medis yang digunakan para tenaga kesehatan cukup tinggi dan terjadi kelangkaan. Sektor pendidikan juga baru nampak di akhir tahun 2020, di mana kebutuhan kuota internet untuk sekolah jarak jauh/kegiatan belajar di rumah untuk para pelajar/mahasiswa.

Selanjutnya, tidak mengejutkan apabila faktor kemanusiaan (46%), seperti membantu orang yang tidak mampu dan empati terhadap sesama menjadi alasan menyumbang paling besar yang diungkapkan responden. Disusul faktor kesehatan (30%), seperti stok APD tenaga kesehatan terbatas dan memperkuat imun dan gizi, serta faktor kebijakan (24%), seperti Pemutusan Hubungan Kerja di berbagai sektor industri dan kebijakan bekerja dari rumah (Work from Home).

Nugroho Iskandar mengungkapkan, “Saat pandemi, masyarakat memilih untuk berdonasi dan membantu secara langsung, serta dilakukan atas kesadaran dan rasa empati. Walaupun demikian di dalam masyarakat pun masih ada banyak tantangan dalam penanganan COVID-19, seperti kebingungan masyarakat atas kebijakan pemerintah serta sumber daya lokal masyarakat terbatas namun jumlah pasien COVID-19 senantiasa meningkat sampai saat ini.”

Survei ‘Pemetaan Solidaritas Masyarakat di Era COVID-19’ yang diinisiasi oleh PIRAC, BAZNAS, Dompet Dhuafa, dan Human Initiative masih berlangsung sampai saat ini. Jika Anda berminat untuk berpartisipasi dalam pemetaan ini, dapat mengakses tautan https://bit.ly/pemetaansosialcovid19.

Sumber:

http://www.pirac.org/2021/01/27/survei-pemetaan-sosial-terkait-solidaritas-kemanusiaan-di-era-pandemi-covid-19/