covid19filantropi.id

Pengaruh Influencer di Tengah Pandemi COVID-19

Ruang para influencer dalam mengembangkan konten sebaiknya bergeser pada ruang sosial. Yaitu bersikap dermawan dengan terlibat aktif membantu masyarakat yang tidak mampu di tengah masa pandemi COVID-19.

Sosok influencer rupanya menjadi sosok yang menarik perhatian seorang penulis di thecolumnist terkait terjadinya wabah COVID-19 akhir-akhir ini.

Disebutkan bahwa influencer ini adalah kelompok yang mendapatkan pundi-pundi rupiah lewat konten yang mereka sodorkan kepada masyarakat. Lantas, bagaimana dan apa yang sebetulnya kita harapkan dari kelompok ini di tengah pandemi virus corona? Apakah para influencer ini punya tanggung jawab sosial bagi masyarakat yang tidak mampu?

Paling tidak begitulah dituliskan seorang mahasiswa, Arsi Kurniawan, di laman thecolumnist, Mei 2020.

Disebutkan bahwa beragam sektor terguncang akibat pandemi COVID-19 ini. Bahkan semakin memprihatinkan tatkala kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan stay at home semakin masif disuarakan di tengah kondisi masyarakat yang semakin kehilangan pekerjaan (PHK), tidak ada tempat tinggal dan kehabisan ketersediaan pangan.

Dalam kondisi tertekan seperti ini, menurutnya, solidaritas sosial kian penting dibangun dalam rangka membantu masyarakat yang sementara ini tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok.

Arsi juga menulis bahwa keberadaan influencer di tengah masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 sekarang ini, harus menjadi bagian dan motor penggerak bagi masyarakat yang tidak mampu.

Eksistensi para influencer tidak sekadar lewat media melalui konten yang selama ini mereka sodorkan kepada masyarakat, namun keterlibatan mereka sangat penting dalam membantu masyarakat yang tidak mampu.
Bagi Arsi, keterlibatan influencer dalam menangani pandemi COVID-19 ini, bukan sebagai bentuk keterpaksaan serta menuntut para influencer karena telah mendapatkan pundi-pundi rupiah dari kapitalisasi tayangan yang mereka hadirkan kepada masyarakat selama ini. Namun, katanya, hal ini lebih didorong karena adanya kesamaan nasib (the same fate) di antara masyarakat yang saat ini sedang mengalami gejolak dan didera krisis pangan.

Menurut Arsi, akan sangat janggal jika keberadaan influencer di tengah masa pandemi ini, tidak mampu memahami keterlibatan mereka dalam jaringan membantu masyarakat.

Influencer, bagaimanapun, punya tanggung jawab kemanusiaan yang sangat besar, karena nasib masyarakat juga merupakan nasib masa depan influencer sendiri.

Pada akhirnya, eksistensi para influencer akan berkembang dengan baik jika mereka berpihak juga terhadap kelompok masyarakat yang tidak mampu. Salah satunya melalui keterlibatan mereka di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Kedermawanan sosial merupakan syarat bagi siapa pun, termasuk influencer, untuk mengabdi bagi kemanusiaan.

Sumber:

https://thecolumnist.id/artikel/kedermawanan-sosial-dan-tanggung-jawab-influencer-di-tengah-pandemi-779#