covid19filantropi.id

Sahabat Umi, Dukung UMKM Perempuan Saat Pandemi COVID-19

Di masa pandemi COVID-19, banyak perempuan pun berperan ganda. Tak hanya mengurus keluarga, tapi juga mencari nafkah lewat UMKM. Simak peran swasta dalam mendukung UMKM perempuan.

Pandemi COVID-19 telah merusak tatanan ekonomi di berbagai negara. Bahkan perempuan pun turun tangan menjadi tulang punggung keluarga. Tak heran, di masa pandemi ini banyak perempuan berperan ganda. Tak hanya mengurus suami, anak dan orang tuanya. Tapi juga mencari nafkah untuk membiayai keluarganya.

Begitu di antaranya disebutkan Manager Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Eka Setiawaty, seperti dikutip news.ict.id edisi 29 Mei 2020.

Sayangnya, tambah Eka, kebijakan publik maupun praktik usaha di sektor swasta belum dirancang mendukung peran ganda tersebut.

Sementara itu, meski jumlah perempuan pewirausaha kategori UMKM sebesar 60 persen (2018). Tapi kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya sebesar 9,1 persen.

Seperti dikutip di laman mediaindonesia.com edisi 20 Mei 2020, penyebabnya antara lain karena pelakunya masih menggunakan pemasaran offline. Padahal, perkembangan tata sosial, keterbatasan waktu, perilaku konsumen mulai berubah menginginkan dan membutuhkan pembelian secara online.

Dari data IFC dan USAID 2016, 47 persen perempuan UMKM tidak menggunakan teknologi untuk transaksi usahanya. Selain itu, juga disebabkan kurangnya modal dan peran ganda yang masih memberatkan geraknya.

Dalam kondisi pandemi COVID-19, perilaku sosial pun mengalami perubahan. Termasuk melakukan transaksi, maka penggunaan Information Computer Technology (ICT) antara lain berupa marketplace online dan media sosial menjadi tuntutan yang harus dipenuhi para pelaku usaha.

Kurangnya kemampuan penguasaan ICT oleh perempuan UMKM dalam menjalankan usahanya membuat penurunan pendapatan sekitar 30-70 persen. Kondisi ini tentu saja menggerus permodalan mereka. 

Oleh karenanya, ACT memberikan apresiasi dan tempat khusus kepada para perempuan di Indonesia melalui program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI).

Untuk menggerakkan UMKM terdampak, khususnya yang dilakukan para ibu, seperti dikutip di laman news.act.id, ACT akan meluncurkan Program Sahabat UMI. Sejumlah bantuan modal akan diberikan untuk pelaku UMKM dalam program ini.

Bantuan yang diberikan adalah sedekah modal usaha yang dikhususkan bagi pelaku usaha atau pemilik usaha rumahan atau pedagang keliling, utamanya para ibu, yang terdampak pandemi COVID-19. “Melalui hadirnya bantuan modal ini, kita berharap usaha mereka dapat terus berputar meskipun di tengah pandemi,” kata Eka.

ACT pun mengajak para dermawan berkontribusi agar program Sahabat UMI ini cepat direalisasi dan diperluas jangkauannya.

Caranya adalah dengan mereferensikan pelaku usaha ultra mikro yang sangat terdampak pandemi corona untuk didaftarkan sebagai calon penerima manfaat program Sahabat UMI. Data calon penerima manfaat bisa diisi di formulir digital yang telah tersedia di tautan: https://bit.ly/DaftarSahabatUMI.

Melalui pendampingan, nantinya penerima manfaat yang dalam satu wilayah kecamatan akan dibentuk kelompok sesuai dengan kluster usaha.

Ke depannya, Sahabat UMI diharapkan bisa membuka jaringan kerjasama dengan komunitas UMKM di Indonesia, digitalisasi produk, dan terbentuknya kelompok Sahabat UMI tingkat nasional.

Aksi lain dari ACT bisa dipotret di Jember. Seperti dikutip dari pikiranrakyat.com edisi 12 Juni 2020.  Menanggapi dampak berkurangnya pendapatan hingga penutupan sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM), ACT Jember bentuk program Sahabat UMI atau Sahabat Usaha Mikro Indonesia. 

Bantuan berupa modal usaha untuk para pengusaha UMKM dan dikhususkan bagi ibu-ibu pemilik usaha rumahan dengan kriteria yang sudah ditetapkan. 

Staff Program ACT Jember Dani Ardissa seperti dikutip di laman yang sama, menjelaskan alasan mengapa program UMI ini dikhususkan bagi para ibu karena melihat kondisi di lapangan banyak sekali perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. 

Sejak peluncurannya seminggu sebelumnya, ACT Jember sudah menjangkau kurang lebih 20 ibu pemilik UMKM di Kebupaten Jember  yang terdampak COVID-19 dan harapannya setiap hari selalu ada pemilik  UMKM rumahan yang bisa dibantu.

Sejauh ini ACT Jember mantargetkan setiap hari ada 2-3 ibu yang dibantu melalui program ini. Selain bantuan modal usaha, para ibu juga akan mendapatkan pendampingan.

Di sebutkan Dani di laman yang sama, bahwa dana dan pendampingan yang diberikan kepada UMKM Perempuan ini dapat menjadi stimulan untuk kembali menggerakkan perekonomian keluarga. Karena, seperti disebut di awal tulisan ini, banyak perempuan yang ikut turun membantu roda perokonomian keluarga di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda ini.

Sumber:

https://news.act.id/berita/ingin-bantu-pedagang-kecil-terdampak-covid-19-berikut-caranya

https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01400810/bantu-umkm-perempuan-terdampak-covid-19-act-jember-buat-program-sahabat-usaha-mikro-indonesia?page=2

https://mediaindonesia.com/read/detail/314544-dukungan-perempuan-politik-kepada-pelaku-umkm

Foto dari ACTNews: Ingin Bantu Pedagang Kecil Terdampak Covid-19? Berikut Caranya