covid19filantropi.id

Sorgum dan Ikhtiar Ketahanan Pangan Petani Kopi di Lampung Barat

Wabah COVID-19 yang hadir mengejutkan telah berdampak pada seluruh sektor masyarakat dunia, termasuk di Kabupaten Lampung Barat yang mayoritas masyarakat nya adalah Petani Kopi. Tersumbat nya jalur perdagangan global (ekspor – impor) dan potensi terjadi nya krisis ekonomi global imbas COVID-19 diprediksi berdampak pada tingkat kesejahteraan dan ketahanan pangan petani kopi di Lampung Barat.

Melihat hal tersebut, Lamban Baca sebagai Gerakan literasi masyarakat yang mengedepankan Literasi Kontekstual sebagai landasan berpikir merumuskan Langkah-langkah strategis mitigasi ketahanan Pangan  bagi petani kopi Lampung Barat melalui jaringan Lamban Baca. Salah satu rumusan yang dihasilkan adalah menyiapkan pangan alternatif diluar beras.

Selanjut nya, Posko Lamban Baca dan Rebung Cendani jejaring literasi nasional yang juga mitra strategis pembangunan Lamban Baca di Lampung Barat melakukan pendiskusiaan rutin terkait hal ini dan menyimpulkan untuk melakukan penanaman Sorgum di Lampung Barat.  

Namun proses ini tidak berjalan maksimal, sejumlah bibit pemberian Rebung Cendani gagal tanam disejumlah tempat. Minimnya pengetahuan terkait Sorgum berbalut rendah nya potensi ekonomi penjualan Sorgum menjadi penyebab nya. Belum lagi prediksi sejumlah ahli yang mengatakan Lambar tak cocok bagi penanaman Sorgum.

Sorgum dipilih sebagai pangan alternatif diluar beras karena proses penanaman nya yang mudah, masa panen cepat dan kandungan gizi yang tinggi dibandingkan beras. Juga semangat keberagaman pangan lokal yang kini mulai langka dan minim nya pengetahuan masyarakat terkait hal itu. Disinilah fungsi literasi pangan sebagai bentuk edukasi keberagaman pangan lokal bagi masyarakat dan generasi mendatang. Hal ini dilakukan guna mengurangi konsumsi beras dan ketahanan pangan rumah tangga petani kopi di Lampung Barat.

Ditengah, lika liku proses penanaman Sorgum di Lampung Barat, secercah harapan hadir di Fajar Bulan, Way Tenong. Mang Ayi salah satu jejaring petani kopi Lamban Baca yang mendapatkan bibit sorgum pada 22 Mei 2020 mengabarkan keberhasilan penanaman Sorgum di kebun pribadi milik nya. Sebuah proses berliku yang tak dengan mudah. Menurut Mang Ayi, Bibit Sorgum yang ditanam nya hilang tak jelas di usia 3-4 Minggu.

“Ya bibit yang berusia muda 50 % hilang. Kemungkinan dimakan segera atau sejenis nya. Untuk menutupi bibit yang hilang saya melakukan penanam ulang. Alhamdulillah membuahkan hasil. Saat ini tanaman Sorgum sudah memasuki malai (pembungaan). Jika taka da kendala, September Sorgum nya bisa dipanen,” jelas nya.

Sejak awal, penanam Sorgum dilakukan tanpa memikirkan nilai ekonomis nya, tambah Mang Ayi. Kalaupun tak laku Sorgum akan dikonsumsi sendiri dan dijadikan benih lokal Lampung Barat agar kedepan nya bisa berkembang dengan baik disini.

“Alhamdulillah nya sekarang Sorgum yang ditanam sudah ada yang cari via Lamban Baca. Harga nya juga diatas beras lho. Tapi saya mau fokus pembenihan lokal dulu. Kalau ada lebih nya ya baru dijual lah hahaha,” ujar nya sambil terseyum. Diakhir wawancara dengan penuh semangat, selepas panen kopi selesai dilakukan, Mang Ayi bersama Lamban Baca akan melakukan penanaman Sorgum Kembali di lahan milik nya yang belum terpakai dan sejumlah lahan petani lain nya yang sudah terkoordinir oleh Mang Ayi dan Posko Lamban Baca.

Oleh: Donna Sorenty Moza

Sumber: