covid19filantropi.id

Wabah COVID-19 Belum Usai, Begini BNI Mengatasinya

Selama COVID-19 mewabah, selain memastikan seluruh bantuan sosial dari pemerintah tersalurkan dengan baik, BNI menjadi salah satu bank yang paling aktif menyelenggarakan program pendukung protokol kesehatan.

Pandemi COVID-19 masih belum usai. Semua pihak bahu membahu mengatasinya.  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, misalnya. Sejak awal wabah COVID-19 ini merebak telah melakukan langkah – langkah konkrit.  

Yaitu, dari membagikan masker secara gratis bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara-negara terdampak wabah. Hingga awal 9 Februari 2020, BNI bersama BUMN lain (Garuda Indonesia, RNI, Bank Mandiri, Bank BTN, dan BNI Life) telah mengirimkan masker sebanyak 161.000 buah ke Hong Kong, Korea, Singapura, dan Taiwan.

BNI memang menjadi salah satu bank yang aktif di Program Sembako. Yaitu salah satu cara yang dilakukan pemerintah bersama perbankan dalam menyalurkan bantuan sosialnya.

Hingga Juli 2020, BNI telah melaksanakan tujuh tahap Program Sembako dengan nilai Rp 9,8 triliun kepada 8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di 123 kota dan kabupaten.

Seperti dikutip keuangan.kontan.co.id, selain Program Sembako (sebelumnya disebut sebagai Bantuan Pangan Non-Tunai atau BPNT), BNI pun turut menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST).

BST ini merupakan bagian dari Program Jaring Pengaman Sosial. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia telah aktif menyalurkan BST pada April–Juni 2020. 

BNI sendiri telah menyalurkan BST sebesar Rp 300 miliar kepada 178 ribu KPM di 465 kota dan kabupaten.

Mulai April hingga Juli 2020, terdapat penambahan KPM stimulus COVID-19 sebanyak 1,8 juta, dengan nilai dana Rp 1,4 triliun. Sampai Juni 2020, BNI telah menyalurkan bantuan dalam tujuh tahap Program Sembako kepada 8 juta KPM senilai Rp 9,8 triliun. 

Selama COVID-19 mewabah, selain memastikan seluruh bantuan sosial dari pemerintah tersalurkan dengan baik, BNI menjadi salah satu bank yang paling aktif menyelenggarakan program pendukung protokol kesehatan.  

Berbagai cara dilakukan terkait program pendukung protokol kesehatan tersebut. Antara lain dengan menggelar swab test gratis secara massal di berbagai kota di Indonesia, hingga mencapai 30.000 swab. BNI juga membantu masyarakat mendapatkan masker, penyanitasi tangan (hand sanitizer), pelindung wajah (face shield), dan sarung tangan.  

Salah satu bantuan perlindungan itu disalurkan untuk karyawan PT Pos Indonesia. Diharapkan, melalui bantuan tersebut, petugas PT Pos Indonesia, yang menjadi salah satu garda depan penyaluran BST, dapat bekerja dengan baik dan tetap terlindungi dari paparan COVID-19.

Terkait dengan fungsi intermediasi, bank-bank Himbara pun menngelar Stress Test untuk mengukur besaran dampak wabah COVID-19 terhadap berbagai industri. Langkah ini diperlukan untuk mencari peluang-peluang yang justru terbuka akibat dari wabah COVID-19.

Seperti dilakukan BNI, misalnya,  yang mengundang 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mitra binaan BNI ke Jakarta, pada 2-3 Maret 2020.

Pelaku UMKM yang berasal dari berbagai kota di Indonesia ini diberi pelatihan terkait update terbaru pada industri di dunia, peluang-peluang yang masih terbuka, hingga cara memperbaiki produk agar sesuai dengan minat pasar internasional.

Pemberi materi didatangkan langsung dari New York, atas kerjasama BNI dengan Konsulat Jenderal RI di New York. Para pelaku UMKM juga dikurasi untuk dipilih sebagai wakil dalam Pameran New York Now di Amerika Serikat nanti.

Selain berbagai upaya eksternal tersebut, bank-bank Himbara juga memiliki program yang terus dibudayakan secara internal demi menjaga kesehatan karyawannya, sekaligus mencegah merebaknya virus Corona.

Di BNI, seperti dikutip bni.co.id telah dikembangkan Program Healthy Lifestyle for Hi-Movers Tahun 2020. Di dalam program tersebut, BNI menegaskan kepada seluruh pegawainya untuk mengikuti langkah-langkah Preventive Umum dengan tujuan menjaga kesehatan, serta langkah-langkah Preventive yang secara Khusus dilakukan untuk melindungi diri dari Wabah COVID-19.

Langkah-langkah Preventive Khusus, misalnya, diatur untuk menghadapi wabah COVID – 19, BNI menekankan agar pegawai dan keluarga inti menghindar dari bepergian ke lokasi-lokasi yang tergolong sebagai negara terjangkit COVID -19, baik dalam hal kepentingan dinas, maupun personal. Daftar negara yang perlu dihindari, menyesuaikan dengan daftar resmi dari Kementerian Kesehatan.

BNI juga mengoptimalkan pembersihan ruang kerja dan sarana penunjangnya secara detail menggunakan desinfektan. BNI menyediakan cairan hand sanitizer untuk mencuci tangan di banyak titik, sehingga memudahkan pegawai membersihkan tangan. BNI juga menyediakan alat ukur suhu tubuh dan digunakan untuk memeriksa setiap pegawai atau tamu yang masuk ke lobi utama Gedung.

Khusus bagi pegawai dari kantor cabang luar negeri atau pegawai yang sedang tugas belajar di negara yang terjangkit wabah  COVID-19, wajib menggunakan masker dengan baik saat bepergian ke tempat umum. Membatasi perjalanan ke luar rumah apabila tidak bersifat urgent.

Sumber:

https://keuangan.kontan.co.id/news/pandemi-covid-19-masih-berlangsung-bni-gencar-salurkan-bantuan-sosial?page=all

https://www.bni.co.id/id-id/beranda/berita/siaranpers/articleid/6590

Foto: bni.co.id